ASPEK.ID, JAKARTA – PT Sunter Lakeside Hotel Tbk resmi melantai di Indonesia Stock Exchange atau Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Emiten dengan kode saham SNLK itu menjadi perusahaan tercatat ke-10 sepanjang tahun 2021.
SNLK melepas 150 juta saham atau 33,33 persen seluruh total modal disetor penuh setelah IPO dan ditawarkan sebesar Rp150 per saham.
Jumlah keseluruhan dana IPO yang terkumpul sebesar Rp22,5 miliar. Selain itu, SNLK juga masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES).
DIirektur Utama PT Sunter Lakeside Hotel Tbk Sapto Utomo Hidajat mengatakan, IPO merupakan bagian dari langkah perseroan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.
“Selain itu juga meningkatkan tata kelola perusahaan atau good corporate governance serta membuka akses lebih luas terhadap sumber pendanaan di pasar modal,” katanya di Jakarta, Senin (29/3).
Disebutkan Sapto, penggunaan dana IPO akan digunakan untuk pengembangan hotel yang dilakukan secara bertahap sesuai strategi bisnis perseroan.
Yaitu melalui pengembangan fasilitas utama dan fasilitas penunjang hotel serta digunakan dalam Program Long Stay Rooms yang akan mengkonversi 100 kamar menjadi kamar “long stay”.
“Kami melihat adanya peluang permintaan yang terus bertumbuh dari pelayanan yang bersifat jangka panjang atau long stay di mana hotel kami memiliki banyak keunggulan dari fasilitas yang tersedia dibandingkan dengan kompetitor yang menawarkan fasilitas sejenis,” ujar Sapto.
Pada perdagangan perdana, saham SNLK terpantau naik 52 poin atau 35 persen alias menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) ke posisi Rp252 per saham.




















