ASPEK.ID, JAKARTA – Sinar Mas selalu mengajak UMKM untuk tumbuh bersama. Apa yang dikenal Sinar Mas berasal dari UMKM, bermodalkan kekuatan tekad, serta ketajaman visi
“Sejarah selalu berulang, saat krisis menghantam bangunan kehidupan kita, UMKM-lah yang mampu bergerak lebih gesit, memanfaatkan kesempatan yang ada, berinovasi memutar roda perekonomian dalam skala terbatas, namun bergerak meluas,” kata Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin dalam Webinar Series 82 Tahun Sinar Mas, Kamis (12/11/2020).
Saleh mengilustrasikan pendiri Sinar Mas, Eka Tjipta Widjaja di Makassar pada 1938 merintis bisnisnya pada masa krisis sebagai imbas dari kolonialisme dan Perang Dunia II. Itu pula yang menurutnya membuat Sinar Mas di usia lebih dari delapan dasawarsa ini tak lupa menggandeng UMKM, melalui beragam inisiatif pilar bisnisnya.
“APP Sinar Mas dan Sinar Mas Agribusiness & Food membawa UMKM setempat masuk ke dalam rantai pasok mereka, melalui Program Desa Makmur Peduli Api atau DMPA,” ungkap Saleh.
Webinar itu dihadiri Menkop UKM Teten Masduki dan anggota Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani. Teten menjelaskan, guna menangkal dampak krisis pandemi Covid-19, pemerintah mengupayakan solusi baik dari sini penawaran maupun permintaan.
“Di sisi supply, melalui dukungan restrukturisasi pembiayaan dan subsidi bunga. Sementara bagi UMKM yang belum bankable, tersedia hibah modal kerja. Sementara dari sisi demand, bantuan menjaga daya beli masyarakat antara lain dilakukan melalui penyerapan belanja pemerintah yang tahun ini dialokasikan mencapai Rp321 triliun,” jelasnya.























