ASPEK.ID, JAKARTA – Selama Covid-19, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 4,1 juta investor baru melantai di pasar modal. Hal itu disampaikan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam sebuah rekaman diskusi virtual bertajuk Prospek Investasi Saham di Bursa Efek Indonesia, pekan ini.
“Kemarin investor baru kita sudah menembus 4 juta. Jadi bukan 3 juta, ini penambahan luar biasa. Bila kita flashback pada 2016 masih di bawah 1 juta, masih 894. Saat ini sudah 4 juta hampir 4,1 juta,” kata Inarno.
Dia menjelaskan, invesor aktif di bursa saham pada 2020 mencapai 94.000 per hari. Transaksi harian mencapai frekuensi tinggi pada Desember 2020.
Puncak transaksi rata-rata pada 22 Desembar 2020 menembus 1,6 juta. Lebih jauh Inarno menjelaskan posisi pasar modal di Indonesia kian jauh meninggalkan negeri jiran.
Sejak 2017 Indonesia mencatatkan transaksi harian tertinggi di antara negara Asean. Sebelum tahun itu, Thailand mencatatkan pemuncak.
Saat ini transaksi harian di Indonesia 619.000. Meninggalkan Thailand 496.000, Malaysia 401.000.
Selama covid, ivestor baru di pasar modal terus melonjak. Pada 29 Desember 2020, BEI mencatatkan jumlah investor 3,87 juta Single Investor Identification (SID), atau naik 56 persen dari posisi akhir 2019.















