ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah menyatakan serapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp344,11 triliun atau 49,5 persen dari total anggaran sebesar Rp695,2 triliun.
“Realisasi PEN mengalami akselerasi yang signifikan selama Agustus-September,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Senin (19/10).
Sri Mulyani menjelaskan, bendahara negara merinci penyaluran dana penanganan covid-19 dan PEN ke sektor kesehatan mencapai Rp27,59 triliun atau 31,51 persen dari pagu Rp87,55 triliun. Lalu, ke program perlindungan sosial sebesar Rp167,08 triliun atau 81,94 persen dari pagu Rp203,9 triliun.
Kemudian, realisasi untuk sektoral kementerian/lembaga dan pemda sebesar Rp28 triliun atau 26,38 persen dari Rp106,11 triliun. Selanjutnya, realisasi insentif usaha mencapai Rp29,68 triliun atau 24,6 persen dari Rp120,61 triliun.
Sementara untuk stimulus UMKM sudah tersalurkan Rp91,77 triliun atau 74,33 persen dari pagu Rp123,46 triliun. Sedangkan pembiayaan korporasi masiih belum terealisasi karena menunggu waktu yang tepat.
“Akselerasi PEN ini terjadi di berbagai program seperti bansos, bantuan untuk UMKM, insentif usaha, Dana Insentif Daerah (DID), hingga Kartu Prakerja, semuanya luar biasa,” kata Sri Mulyani












