ASPEK.ID, JAKARTA – Survei Nasional Indikator Politik Indonesia periode 14–24 Juli 2026 menunjukkan mayoritas masyarakat menerima apabila mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan bergabung dengan partai politik setelah menyelesaikan masa jabatannya.
Sebanyak 46,3% responden menyatakan setuju atau sangat setuju jika Jokowi bergabung dengan partai politik. Rinciannya, 42,3% menyatakan setuju dan 4,0% sangat setuju. Sementara itu, 38,7% responden menyatakan kurang setuju atau tidak setuju, sedangkan 15,0% belum memberikan jawaban.
Di antara responden yang mendukung, alasan yang paling banyak disampaikan adalah kinerja Jokowi dinilai baik (13,2%). Alasan lainnya, tidak ada tokoh yang dinilai mampu menggantikan Jokowi (12,1%), serta pengalaman Jokowi dalam memimpin negara (8,1%).
Survei juga menemukan bahwa PSI menjadi partai yang paling banyak dinilai cocok apabila Jokowi memutuskan bergabung dengan partai politik. Sebanyak 25,8% responden memilih PSI, diikuti PDIP (18,6%), Gerindra (13,6%), Golkar (9,8%), PKB (5,0%), dan Demokrat (4,8%).
Temuan ini menunjukkan Jokowi masih memiliki modal penerimaan publik untuk tetap memainkan peran di panggung politik nasional. Dukungan agar Jokowi bergabung dengan partai politik lebih besar dibanding penolakan,
Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan pada 14–24 Juli 2026 terhadap 4.250 responden yang memiliki hak pilih di seluruh Indonesia menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±1,6% dan tingkat kepercayaan 95%.
Sikap terhadap Jokowi Bergabung Partai Politik
Sangat setuju: 4,0%
Setuju: 42,3%
Kurang setuju: 21,9%
Tidak setuju sama sekali: 16,8%
TT/TJ: 15,0%
























