ASPEK.ID, JAKARTA – Permintaan susu beruang atau Bear Brand melonjak belakangan ini, di tengah kenaikan tren kasus Covid-19.
Banyak warga menduga susu bergambar beruang itu dapat menyembuhkan seseorang yang terinfeksi virus Corona jenis baru atau Covid-19, sehingga harganya naik.
Direktur Corporate Affairs PT Nestle Indonesia Debora Tjandrakusuma mengatakan, di tengah lonjakan tersebut, pihaknya akan terus memaksimalkan upaya memasok produk susu ke konsumen.
Pihaknya menegaskan juga bahwa sama sekali tidak melakukan kenaikan harga atas produk-produk Nestle, termasuk produk susu.
Selain itu, lonjakan permintaan juga membuat susu beruang langka di pasaran. Biasanya, susu beruang dibanderol Rp8.000 hingga Rp9.000 per kaleng.
Namun, di sejumlah marketplace harga susu beruang terlihat naik. Ada penjual yang memasang harga Rp14 ribu per kaleng.
Ada juga penjual yang membanderolnya dengan harga Rp530 ribu untuk satu dus susu beruang yang berisi 30 pieces. Artinya untuk satu kalengnya dihargai Rp17.700.
Sejumlah netizen juga ikut memberikan komentar yang menjadikan susu topik populer di media sosial, salah satunya Twitter.
Beberapa netizen mengunggah kelakuan latah warga yang rela membeli susu beruang dengan harga yang cukup tinggi yakni Rp50 ribu per satu kaleng.
Debora mengatakan kenaikan harga di pasaran termasuk di marketplace di luar kendali perusahaannya.
“Mengenai kenaikan harga di e-commerce untuk produk-produk (susu beruang), sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya peraturan persaingan usaha, kami tidak dapat menentukan harga jual akhir produk kami,” jelas dia.
Pihaknya hanya berjanji akan tetap memenuhi permintaan konsumen. Itu dilakukan dengan memastikan operasi pabrik yang tetap berjalan di tengah PPKM darurat dengan tetap memastikan kesehatan dan keselamatan para karyawan, mitra bisnis dan pelanggan.
“Kami melakukan yang terbaik yang kami bisa guna memenuhi permintaan para konsumen akan produk-produk kami untuk mengoptimalkan kapasitas produksi dan rantai pasokan, terutama untuk produk susu (beruang),” tandasnya.
























