ASPEK.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Wahyu Sakti Trenggono dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan), Laksda TNI Agus Setiadji meninjau fasilitas Divisi Munisi PT Pindad (Persero) di Malang, Jawa Timur, Jum’at (6/3).
Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose mengatakan bahwa, kunjungan Wamenhan dan Sekjen Kemhan untuk melihat kemampuan produksi Pindad, khususnya munisi berbagai kaliber dan rencana peningkatan kapasitas kedepan.
“Kunjungan ini dalam rangka rencana penambahan kapasitas produksi pindad untuk Munisi Kaliber Kecil (MKK), Munisi Kaliber Besar (MKB) atau menengah, roket/rudal dan lain-lain yang juga menjadi program pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan dalam rangka mendorong kemampuan local industry, menuju kemandirian Alpalhankam,” katanya.
Di sisi lain, Abraham juga berharap dukungan penuh Kementerian Pertahanan dalam peningkatan kapasitas dan kualitas produksi Pindad dapat segera terealisasi untuk mewujudkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
“Harapan kita agar dukungan penuh dari Kementerian Pertahanan ini segera terlaksana terhadap penambahan kapasitas produksi, serta peningkatan kualitas produksi Pindad untuk mendukung kemandirian Alpalhankam,” imbuh Abraham.
Wamenhan beserta rombongan mengunjungi berbagai fasilitas produksi Divisi Munisi Pindad yang memiliki luas 166 hektare dan terdiri dari fasilitas produksi MKK, MKB atau menengah dan fasilitas pengembangan serta laboratorium uji munisi.
Beberapa waktu lalu gedung fasilitas produksi MKK juga sudah diresmikan untuk menambah kapasitas dari kebutuhan TNI Polri yang masih belum tercukupi.
Lahan Divisi Munisi juga masih luas yang belum terpakai dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan pabrik-pabrik munisi baru maupun pabrik propellant yang merupakan bahan baku utama munisi dan belum tersedia di dalam negeri.
Letak Divisi Munisi juga sangat strategis karena dekat jaraknya dengan Bandara Juanda dan Abdurachman Saleh serta pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.
Sekedar diketahui, PT Pindad (Persero) adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang produksi peralatan pertahanan dan keamanan serta peralatan industrial lainnya yang berada di bawah kewenangan Kementrian BUMN.
Produksi PT Pindad dilaksanakan di 2 tempat yaitu Divisi Amunisi yang menempati lahan seluas 160 hektar di Turen, Malang serta Divisi Senjata, Divisi Mekanikal, Divisi Elektrikal, Divisi Forging & Casting, Unit Bisnis Toko Perlengkapan, Unit Bisnis Stamping, dan Unit Bisnis Laboratorium, yang semuanya ditempatkan di Bandung.
























