ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir secara resmi telah memiliki 12 pejabat yang akan membantunya memimpin armada perusahaan pelat merah di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Pada Selasa (3/3) kemarin, Erick Thohir telah melantik dua Pejabat Pimpinan Tinggi Madya atau setingkat Eselon I. Mereka adalah Alex Denni (Deputi Bidang SDM) dan Warih Sadono (Staf Ahli Bidang Kebijakan Implementasi Strategis).
Sebelumnya, Erick Thohir telah melantik Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto, Deputi Bidang Hukum dan Perundang-undangan Carlo Brix Tewu, Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Nawal Nely serta Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Loto Srinaita Ginting.
Komposisi tersebut menambah daftar bawahan Erick Thohir setelah sebelumnya telah mengangkat 2 orang Wakil Menteri, Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo serta 4 Staf Khusus yakni, Prof. Mohamad Ikhsan, Prof. Nanang Pamuji, Arya Sinulingga dan Anhar Adel.
Dengan demikian, saat ini Menteri BUMN Erick Thohir memiliki 2 Wakil Menteri, 1 Sekretaris Menteri, 3 Deputi, 2 Staf Ahli dan 4 orang Staf Khusus.
Berikut Aspek.id tampilkan profil singkat ke 12 pejabat tersebut:
1. Wakil Menteri I – Budi Gunadi Sadikin
Budi lahir pada 8 Juli 1964. Dia meraih gelar sarjana di Bidang Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988, Sertifikasi sebagai Chartered Financial Consultant (CHFC) dan Chartered Life Underwriter (CLU) dari Singapore Insurance Institute (2004).
Budi sempat menjadi Staf Teknologi Informasi di IBM Asia Pasifik, Tokyo, Jepang (1988-1994), General Manager Electronic Banking – Chief GM Jakarta – Chief GM HR PT Bank Bali Tbk (1994-1999), dan Senior VP Consumer dan Commercial Banking ABN Amro Bank Indonesia & Malaysia (1999-2004).
Dia juga pernah menjabat Executive VP Consumer Banking PT Bank Danamon Tbk (2004-2006), Direktur of Micro and Retail Banking PT Bank Mandiri Tbk (2006-2013), Direktur Utama PT Bank Mandiri (2013-2016), Staf Khusus Menteri BUMN (2016-2017), Dirut PT Inalum dan sekarang menjabat Wakil Menteri BUMN.
2. Wakil Menteri II – Kartika Wirjoatmodjo
Tiko, panggilan akrab Kartika Wirjoatmodjo adalah sosok yang telah malang melintang di dunia perbankan. Pria kelahiran Surabaya, 18 Juli 1973 ini meraih gelar S1 di Universitas Indonesia jurusan ekonomi dan S2 di Rotterdam School of Management.
Karier Tiko dimulai dari Konsultan Pajak dan Akuntansi di RSM AAJ tahun 1995 hingga 1996. Kemudian, dia bekerja sebagai Analis Kredit di Industrial Bank of Japan tahun 1996 hingga 1998, Senior Consultant di PwC Financial Advisory Services tahun 1998 hingga 1999) dan Boston Consulting Group tahun 2000 hingga 2003.
Di 2003, Tiko bergabung dengan Bank Mandiri dan menjadi Group Head di Department Head Strategy & Financial Analysis di Strategy and Performance Group Bank Mandiri. Tiko juga pernah menjabat Managing Director Mandiri Sekuritas pada 2011 dan CEO Indonesia Infrastructur Finance (anak usaha BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur).
Tiko kemudian menjadi Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2013 dan pada 2015, Tiko ditunjuk sebagai CFO Bank Mandiri dan menjadi Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) dan menjadi Dirut Bank Mandiri pada 2016 hingga 2019.
3. Sekretaris Kementerian BUMN – Susyanto
Susyanto sebelumnya menjabat Sekretaris Ditjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kepala Biro Hukum pada Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM.
Selain itu di situs Kementerian ESDM, Susyanto terakhir menjabat Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara Kementerian ESDM.
4. Deputi Bid. Hukum dan Perundang-undangan – Carlo Brix Tewu
Carlo yang lahir di Rerewokan, Tondano Barat, Minahasa, Sulawesi Utara pada 13 September 1962 ini adalah adalah seorang perwira tinggi Polri. Sejak 22 Februari 2017, Carlo mengemban amanat sebagai Deputi V Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam.
Dia menjabat Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Barat sejak 30 Desember 2016 hingga 12 Mei 2017. Carlo, lulusan Akpol 1985 ini berpengalaman dalam bidang reserse.
Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukam. Sampai tahun 1999, Carlo pernah bertugas di Timor Timur dengan menduduki jabatan sebagai Kadit Serse Polda Timor Timur.
5. Deputi Bid. Keuangan dan Manajemen Resiko – Nawal Nely
Lulusan sarjana akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM) 1995 dan magister di INSEAD ini sebelumnya berkarier di EY Oil and Gas sejak 12 tahun lalu. Nawal menempati beberapa posisi posisi Manager pada 2007 hingga menjadi Partner.
Sebelumnya, Nawal menjadi manajer di NBK (2005-2006), Senior Analis EY (2002-2004), dan Associate di The Boston Consulting Group (BCG) pada 2001-2002). Ia juga pernah bekerja di Indosuez W I Carr Securities sebagai Equity Analyst.
6. Deputi Bidang SDM – Alex Denni
Pria ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Human Capital & Transformasi PT Jasa Marga (Persero). Alex Denni lahir pada tanggal 27 Desember 1968 di Tanah Datar, Sumatera Barat.
Sebelumnya, Alex Denni menjabat sebagai Chief Human Capital Officer PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (2014-2018) dan Chief Learning Officer & Head of Corp. University PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Alex Denni merupakan lulusan Manajemen Agro Industri IPB (1990) , Magister Manajemen Universtias Atmajaya (1997) dan Doktor Human Capital IPB (2011).
7. Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM – Loto Srinaita Ginting
Loto lahir di Medan tahun 1967. Ia menyelesaikan studi tingkat Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1992, dan tingkat master di the University of New South Wales – Sydney – Australia tahun 2000.
Loto mulai bekerja di Kementerian Keuangan sejak tahun 1993 dan mengalami penempatan di Badan Analisa Keuangan Dan Monoter (BAKM, 1993-2001), Sekretariat Jenderal (2001-2004), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (2004-2006) dan Direktorat Jendral Pengelolaan Utang (2006-2012).
Sejak 2012, Loto menjabat sebagai Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPR. Dia juga menjabat Dewan Komisaris di Indonesia Re sejak 27 Agustus 2014.
8. Staf Ahli Bidang Implementasi Kebijakan Strategis – Warih Sadono
Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 1 Maret 1963 ini sebelumnya menjabat sebagai Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan Kejaksaan Agung RI.
Sebelumnya pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, pada 1 Maret 1963 tersebut menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta.
Warih Sadono pernah menjadi Direktur Penuntutan KPK pada 2011, Plt Direktur Penyidikan dan merangkap sebagai Direktur Penuntutan KPK pada 2012, dan Deputi Penindakan KPK sekaligus merangkap sebagai Deputi Penyidikan KPK pada 2012 hingga 2015.
9. Staf Khusus – Prof. Mohamad Ikhsan
Mantan Staf Khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla ini merupakan salah satu guru besar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Dia akan menjadi Staf Khusus yang memberikan masukan terkait makro ekonomi.
Ikhsan pernah menjadi komisaris independen beberapa perusahaan seperti PT Bakrie Brothers dan PT Danareksa. Dia menyelesaikan S-1 di FE-UI, kemudian melanjutkan program magisternya di Vanderbilt University, Departemen Ekonomi konsentrasi: Ekonomi Moneter Internasional USA, dan meraih gelar PhD pada 1988 dari University of Illinois USA, Departemen Ekonom, konsentrasi ekonomi pembangunan dan ekonomi internasional.
10. Staf Khusus – Prof. Nanang Pamuji
Profesor di Universitas Gajah Mada (UGM) ini akan memberikan masukan dan saran agar BUMN membangun manajemen talenta dan meningkatkan inovasi di era disrupsi.
Dilihat dari laman Linkedin, Nanang Pamuji juga menjabat sebagai Center for Digital Society FISIPOL Universitas Gadjah Mada dan menduduki jabatan Komisaris di PT Krakatau Steel (Persero).
11. Staf Khusus – Arya Sinulingga
Arya merupakan Ketua DPP Partai Perindo. Pun begitu, dia mengaku sudah mengundurkan diri pasca penunjukan dirinya yang akan membantu Erick Thohir di bidang komunikasi publik. Di masa kampanye Pilpres 2019, Arya dipercayakan sebagai Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.
Arya berkarier cukup lama di MNC, selama 12 tahun. Pria kelahiran Kabanjaahe, Sumatera Utara, 18 Februari 1971 ini pernah menjabat sebagai Direktur Pemberitaan MNC Group dan komisaris MD Entertainment.
Arya juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan MNC Group dan Pemimpin Redaksi RCTI. Sebelum memimpin korporasi media, Arya adalah komisioner di KPI Sumatera Utara.
12. Staf Khusus – Anhar Adel
Nama yang terakhir adalah mantan Sekretaris Utama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Anhar Adel. Dia akan membantu Menteri BUMN terkait hubungan antar lembaga dan Kementerian sehingga sinergi dengan institusi lain tetap terjaga.
Anhar Adel pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Djakarta Lloyd (Persero). Anhar Adel berhasil membawa BUMN ini meraih pencapaian kinerja keuangan dan mencatat laba yang cukup baik.
Selain itu, selama menjabat Sekretaris Utama Badan Koordinasi Penananam Modal (BKPM), Anhar Adel juga banyak melakukan terobosan dalam menarik para pengusaha menanamkan investasinya di Indonesia melalui jaringan kerjasama dan komunikasi yang bagus.






















