ASPEK.ID. JAKARTA – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji menyatakan pada 2021 akan menlelang 10 wilayah kerja (blok) minyak dan gas bumi (migas) ini. Hal ini dilakukan setelah tahun lalu pemerintah batal melelang WK Migas karena adanya pandemi Covid-19.
“Lelang ini sudah dikoordinasikan dengan tim yang memiliki kompetensi, di antaranya melibatkan Badan Geologi, para ahli, dan juga perusahaan migas atau dikenal dengan istilah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS),” katanya , Senin (18/1/2021).
Tutuka menyatakan, melalui pelelangan WK ini diharapkan bisa menarik investasi. Melalui sistem keanggotaan data migas, imbuhnya, setiap anggota bisa melihat data dan melakukan pengkajian.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan alasan dibatalkannya lelang WK Migas pada 2020 karena program jangka panjang Kementerian ESDM adalah pemulihan ekonomi dan mengejar target lifting minyak sebesar 1 juta barel pada 2030.
Untuk mengejar target tersebut, Kementerian ESDM berencana melelang sebanyak 12 WK Migas pada 2020 lalu. Namun, dampak dari pandemi Covid-19 membuat daya tarik pada bisnis migas menurun. Anjloknya harga minyak dunia berdampak pada investasi di bidang perminyakan, karena investasinya bergantung pada harga. Ke depan, eksplorasi akan lebih diintensifkan lagi, karena Indonesia masih memiliki banyak potensi.
























