ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) mendukung penerapan sistem manajemen energi guna menuju ISO 50001 pada tiga BUMN.
Ketiga BUMN itu yakni PT Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, PT Angkasa Pura I – Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali dan PT Angkasa Pura II – Bandara Soekarno Hatta, Terminal 3, Cengkareng, Tangerang.
Direktur Konservasi Energi, Luh Nyoman Puspa mengatakan program penerapan sistem manajemen energi di tiga perusahaan induk BUMN ini berlangsung mulai Januari 2021 hingga Juli 2021, dimana target registrasi sertifikasi ISO 50001 untuk tiga perusahaan induk terpilih ditargetkan maksimal di Juli 2021. Kick Off Meeting bersama PT. Angkasa Pura II akan dilaksanakan pada 11 Februari 2021 dan tanggal 18 Februari 2021 bersama PT. Angkasa Pura I.
“Salah satu target dari Ditjen EBTKE adalah peningkatan penerapan ISO 50001 pada berbagai sektor, salah satunya diwujudkan melalui proyek kerja sama MTRE3,” ujar Direktur Konservasi Energi, Luh Nyoman Puspa Dewi di Jakarta, Selasa (9/2/2021).
Kerja sama Ditjen EBTKE dan UNDP tersebut merupakan bagian Proyek Market Transformation for Renewable Energy and Energy Efficiency through Design and Implementation of Appropriate Mitigation Actions in Energy Sector (MTRE3).
Proyek MTRE3 berjalan selama lima tahun mulai dari 2017+2021 dengan empat wilayah kerja untuk proyek percontohan Energi Baru Terbarukan (EBT), yaitu provinsi Riau, Jambi, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur, dan wilayah kerja proyek percontohan Konservasi Energi (KE) di beberapa kota besar; Jakarta, Bali, Makasar, Semarang, dll.























