• Latest
  • Trending
Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik Dua Kali Lipat

54 Juta Peserta BPJS Tak Bayar Iuran, Defisit Rp 2 Triliun/Bulan

Menkeu Purbaya Siapkan Bersih-Bersih Bea Cukai, Pejabat Pelabuhan Diganti Total

Hoaks Purbaya Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China

Singapore Airlines Dilarang Masuk Hongkong

20 Maskapai Terbaik Dunia 2026

Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70% di Sukuk Negara

Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Ketua Periklindo Curhat di DPR: Mobil & Motor Listrik Dilarang Naik Kapal Laut

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Loyo di Akhir Perdagangan, 354 Saham Ditutup Melemah

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Resmi Terbitkan Aturan Demutualisasi BEI

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Eks Bupati Pati Sudewo Dituntut Penjara 8,5 Tahun

Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

Dana Haji Rp 184 Triliun Disimpan di Mana? Ini Penjelasan Lengkap BPKH

Sore Ini, PT Angkasa Pura II Gelar RUPS RKAP

Putra Karni Ilyas Jadi Komisaris Independen Angkasa Pura

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Kenakan Kemeja dan Topi Berlogo PSI

Kader PSI: Politik Jokowi Bukan Oligarki

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

54 Juta Peserta BPJS Tak Bayar Iuran, Defisit Rp 2 Triliun/Bulan

by Aspek
Agustus 3, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM
Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik Dua Kali Lipat

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Jakarta – Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan, 54 juta peserta BPJS Kesehatan yang tercatat tidak aktif akibat menunggak iuran memicu tekanan dan potensi defisit keuangan.

“Peserta saat ini sudah 285 juta jiwa lebih. Tetapi, ini di angka 98,8 persen, masih ada yang tidak aktif sebesar 54 juta jiwa sampai hari ini kami sering laporkan,” kata Pujo dalam agenda Kerja Sama Strategis Program Jaminan Kesehatan Nasional, di Kantor BPJS, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

BacaJuga

Hoaks Purbaya Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China

20 Maskapai Terbaik Dunia 2026

BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70% di Sukuk Negara

Ketua Periklindo Curhat di DPR: Mobil & Motor Listrik Dilarang Naik Kapal Laut

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

IHSG Loyo di Akhir Perdagangan, 354 Saham Ditutup Melemah

Di sisi lain, kebutuhan layanan kesehatan mencapai sekitar Rp 500 miliar per hari atau Rp16,5 triliun per bulan, sedangkan iuran yang masuk hanya berkisar Rp 14 triliun per bulan.

“Ini sering kami laporkan ada selisih Rp 2 triliun lebih setiap bulannya,” tutur Pujo.

Pujo menuturkan, salah satu pemicu defisit adalah 54 juta jiwa kepesertaan BPJS yang tidak aktif gara-gara menunggak iuran.

BPJS Kesehatan kini mencari cara untuk meningkatkan kepesertaan dan meningkatkan pembayaran iuran tersebut dengan menjalin kerjasama bersama Kementerian Sosial, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Melalui sinergi empat kementerian dan lembaga tersebut, Pujo berharap beberapa layanan publik terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, seperti halnya pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang wajib melampirkan bukti kepesertaan JKN atau BPJS Kesehatan.

“Kalau orang mengurus SIM, kita akan bermohon supaya kepolisian BPJS-nya aktif. Kemudian berangkat haji dan umrah, BPJS-nya aktif. Kemudian kalau mau masuk kuliah seharusnya BPJS-nya aktif, sehingga Pak Rektor juga lebih tenang kalau mahasiswanya ada apa-apa ada penjaminan,” tutup Pujo.

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik Dua Kali Lipat

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun/Bulan

  ASPEK.ID, BANDUNG - BPJS Kesehatan meminta Menteri Keuangan Suahasil Nazara segera mengesahkan aturan terkait penyuntikan dana Rp20 triliun. Tambahan...

Pulihkan 3.000 Faskes di Sumatera, Kemenkes Butuh Rp 529,3 Miliar

Menkes: Saya Merasa Gagal Terkait Pasien BPJS Viral

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin merespons kasus meninggalnya pasien BPJS, Yurizal Tri Chaerawan, setelah mengeluhkan harus menunggu...

Daftar Komorbid yang Tak Boleh Disuntik Vaksin

Kanker, Stroke, & Jantung Penyedot Terbesar Uang BPJS Kesehatan

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan kanker merupakan salah satu penyakit yang paling tinggi bebani Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS)...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In