ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi tak lagi menerima jamaah untuk melaksanakan salat lima waktu berjama’ah yang dilakukan setiap hari, maupun salat Jum’at berjamaah yang dilaksanakan sepekan sekali.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membatasi penyebaran virus Corona atau Covid-19. Arab Saudi melaporkan 38 kasus baru, sehingga total kasus di negara tersebut berjumlah 171.
Kerajaan Arab Saudi juga telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memerangi penyebaran virus Corona, termasuk dengan menghentikan kegiatan umrah, menangguhkan penerbangan internasional, serta menutup sekolah-sekolah dan mayoritas fasilitas umum.
Kegiatan ibadah akan terus dilakukan hanya di dua masjid suci di Mekkah (Masjidil Haram) dan Madinah (Masjid Nabawi), yang merupakan tempat-tempat paling suci bagi umat Islam, sebagaimana dilaporkan kantor berita SPA. Keputusan tersebut dibuat oleh badan ulama tinggi Arab Saudi.
Pintu masjid-masjid sebagaimana dilansir dari laman Antara akan ditutup dan panggilan salat (adzan) akan mengarahkan jamaah untuk melaksanakan salat di rumah.
Kerajaan Arab Saudi sebelumnya menangguhkan kegiatan pekerjaan untuk pegawai pemerintah, kecuali di sektor kesehatan, militer dan keamanan.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah berbicara melalui telepon dengan para pemimpin Prancis dan India untuk membahas upaya global untuk mengendalikan virus corona.
Oman, negara yang bertetangga dengan Arab Saudi, juga menutup masjid-masjid, restoran, kedai-kedai kopi, area wisata, serta pasar tradisional dan pusat perbelanjaan (mal), kecuali toko supermarket dan apotek.
Sementara Qatar melaporkan tiga kasus baru, membuat total kasus menjadi 442. Negara tersebut juga telah menutup toko-toko di mal yang tidak menjual makanan atau obat-obatan, serta menutup sebagian dari area industri setidaknya untuk dua minggu, kata juru bicara otoritas Qatar.
Kemudian, Uni Emirat Arab (UAE) melaporkan 15 kasus baru, sehingga totalnya menjadi 113 kasus.
Sedangkan Bahrain, dengan 227 kasus dan satu-satunya kematian di antara enam negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk, mengambil sejumlah langkah, termasuk menyediakan pembiayaan untuk beberapa pembayaran utilitas perorangan dan perusahaan, serta membebaskan fasilitas wisata dari pajak.
























