ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia siap memproduksi ribuan ventilator, atau alat bantu pernapasan, yang saat ini dibutuhkan oleh pasien terpapar virus corona atau Covid-19.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, ventilator tersebut akan diproduksi oleh tiga perusahaan pelat merah yakni PT Len Industri (Persero), PT Pindad (Persero) dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).
“Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi untuk mengoptimalkan sumber daya domestik dalam penanganan Covid-19. Presiden Jokowi juga memerintahkan untuk mengoptimalkan penggunaan komponen bahan baku dari dalam negeri,” kata Moeldoko dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4).
Selain itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga mengajak seluruh industri untuk mengaplikasikan pesan dari Presiden agar industri dalam negeri lebih optimal untuk menangani Covid-19.
“Saya bangga karena sejumlah pihak baik perusahaan dan universitas sudah maju dan memiliki inisiatif memikirkan produksi ventilator,” ujarnya.
Sementara itu Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) Elfien Goentoro sebagaimana dilansir dari laman Antara mengatakan, pihaknya mampu memproduksi 1000 ventilator dalam satu pekan.
Dalam produksi ventilator, PTDI bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) sebagai pihak inovator untuk membuat ventilator.
“Kami memastikan agar prototype (purwarupa) lulus uji BPFK, proses produksi, set up’ lini produksi di PTDI agar lulus uji Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Direktur Utama PT Len Zakky Gamal menargetkan bisa memproduksi ventilator hingga 50 unit per hari pada Mei 2020.
“Kami mengharapkan dukungan KSP (Kantor Staf Presiden) untuk percepatan pengembangan dalam penerbitan izin produksi dan izin edar ventilator ini, ” ujar Zakky.
Saat ini, PT Len sedang menyiapkan produksi massal ventilator yang lolos uji Badan Pengaman Fasilitas Kesehatan (BPFK). Selain itu, PT Len juga menyiapkan desain industri purwarupa yang dikembangkan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Sedangkan Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose menargetkan bisa produksi 40 unit ventilator per hari. Semua komponen ventilator menggunakan produk lokal.
“Dirancang untuk menjadi alternatif solusi terhadap kekurangan alat ventilator di rumah sakit. Vendor komponen sementara dari Pindad sendiri,” jelasnya.
























