ASPEK.ID, JAKARTA – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menyatakan paling kurang ada lima mewanti-wanti akan dampak resesi ini terhadap masyarakat Indonesia.
Dia mengamati, ada beberapa dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat sebagaimana dikutip dari kontan, Sabtu (7/11/2020).
Pertama, turunnya pendapatan di kelompok masyarakat menengah dan bawah secara signifikan. Dengan menurunnya pendapatan, maka dikhawatirkan jumlah orang miskin akan semakin banyak.
Kedua, penduduk kota bisa saja berkurang, tetapi sebaliknya, penduduk desa akan bertambah. Desa menjadi tempat migrasi pengangguran dari kawasan industri ke daerah-daerah karena gelombang PHK masal
Ketiga, mereka yang sedang mencari pekerjaan. Angkatan kerja baru akan makin sulit bersaing, karena jumlah lowongan pekerjaan menurun. Sementara, perusahaan kalaupun akan melakukan proses rekruitmen, akan memprioritaskan karyawan yang sudah berpengalaman.
Keempat, konsumsi rumah tangga bisa saja tertahan. Pasalnya, masyarakat akan cenderung berhemat untuk membeli barang sekunder dan tersier, sehingga fokusnya hanya pada barang kebutuhan pokok dan kesehatan saja.
Kelima, konflik sosial di masyarakat berpotensi untuk meningkat karnea ketimpangan yang semakin lebar. Orang kaya tetap survive karena aset cukup, juga karena digitalisasi. Sementar kelas menengah rentan miskin tidak semua dapat melakukan kerja dari rumah apalagi saat pendapatan juga menurun















