• Latest
  • Trending

KPK Jangan Jadi Negara dalam Negara

Jaksa Agung Wacanakan Penyatuan Jampidum dan Jampidsus

Prabowo Temui Tokoh Oposisi, Menhan Beberkan Isu Strategis yang Dibicarakan

Tiga Peserta SPPI KNMP Meninggal Saat Pendidikan Militer

Jaksa Tetapkan Eks Pejabat Kementerian PU Jadi Tersangka Suap Rp 2 M

Sony Sonjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang, Apa Isinya?

Kandas di Kejagung, Eks Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya Ajukan Permohonan JC ke LPSK

Dikawal Pasukan Brimob, Kantor Bea Cukai Juanda Digeledah

Dikawal Pasukan Brimob, Kantor Bea Cukai Juanda Digeledah

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Prabowo: Hati-hati! Saya Tahu Siapa yang Bayar-bayar Demo

Jelang 100 Hari, Begini Penilaian Prabowo Terhadap Kabinetnya

Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, Tentara Turun ke Sawah

Sespri Prabowo Datangi Kediaman Jokowi, Pertemuan Tertutup Digelar 23 Menit

Sespri Prabowo Datangi Kediaman Jokowi, Pertemuan Tertutup Digelar 23 Menit

47 Dapur MBG Disetop, BGN Temukan Roti Berjamur hingga Lauk Basi

Cilacap Temukan 100 Titik SPPG Fiktif, Ada di Kuburan hingga Hutan

Cristiano Ronaldo Bawa Portugal Bantai Uzbekistan 5-0

Cristiano Ronaldo Bawa Portugal Bantai Uzbekistan 5-0

PN Jakpus Tolak Gugatan SK DPW PPP Jabar, Kepengurusan UU-Agus Solihin Sah

PTUN Jakarta Kuatkan SK Menkum, Mardiono Tetap Sah Pimpin PPP

Kejagung Jemput Paksa Kajari Sampang

Kejagung Amankan Kajari Serdang Bedagai dan Anak Buahnya

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

KPK Jangan Jadi Negara dalam Negara

by Aspek
September 16, 2019
in BERITA TERBARU

ASPEK.ID – KPK tidak boleh menjadi  negara dalam negara yang tidak bisa disentuh. Demikian sebut Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus yang memberi apresiasi kepada Presiden Jokowi yang komit dan tegas memberantas korupsi dengan memperkuat KPK.

Komitmen Presiden Jokowi dengan jelas dan gamblang disampaikan dengan tidak menyetujui usulan komisi III DPR RI yang terindikasi ingin melemahkan gerak-gerik dan kewenangan KPK.

“Pak Jokowi sudah menyatakan serius lawan korupsi. Buktinya selama 5 tahun terakhir KPK menjalankan tugas ini tanpa ada intervensi Presiden,” papar Teuku Neta di Jakarta, Senin (16/9/2019).

BacaJuga

Jaksa Agung Wacanakan Penyatuan Jampidum dan Jampidsus

Tiga Peserta SPPI KNMP Meninggal Saat Pendidikan Militer

Jaksa Tetapkan Eks Pejabat Kementerian PU Jadi Tersangka Suap Rp 2 M

Kandas di Kejagung, Eks Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya Ajukan Permohonan JC ke LPSK

Dikawal Pasukan Brimob, Kantor Bea Cukai Juanda Digeledah

Prabowo: Hati-hati! Saya Tahu Siapa yang Bayar-bayar Demo

Teuku menguraikan tidak semua usulan revisi atas inisiatif anggota DPR RI disetujui oleh Presiden. RUU KPK yang diusulkan oleh dewan namun ditolak oleh Jokowi seperti  tidak perlu izin penyadapan KPK dari pihak eksternal seperti izin pengadilan.

KPK cukup memperoleh izin internal dari Dewan Pengawas untuk menjaga kerahasiaan. Demikian juga usulan DPR penyelidik dan penyidik KPK hanya dari kepolisian dan kejaksaan. Justru Jokowi menambah juga perlu dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diangkat dari pegawai KPK maupun instansi lain.  Pasal krusial yang diajukan  revisi oleh DPR sudah ditanggapi Jokowi secara bijak.

“KPK harus independen. Maka Pak Jokowi menolak kewajiban KPK berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dalam penuntutan,” papar mantan pegiat antikorupsi ini.

Teuku Neta mengingatkan, usulan anggota dewan yang diakomodir oleh Jokowi yakni perihal keberadaan Dewan Pengawas. Jika dewan mengusulkan anggota Dewan Pengawas dari politikus,  Jokowi menolak usulan anggota Dewan Pengawas dengan menyodorkan mereka itu dari tokoh masyarakat, intelektual, pegiat antikorupsi, dan sebagainya.

“Semua lembaga negara ada Dewan Pengawas. Ini sangat aneh jika pegawai KPK dan sebagian pegiat antikorupsi menolak Dewan Pengawas. Presiden saja diawasi oleh DPR dan BPK, apalagi KPK yang dananya dari negara,” ingat Direktur Eksekutif The Jokowi Center ini.

Perihal SP3, RUU KPK inisiatif DPR memberikan batas waktu maksimal 1 tahun dalam pemberian SP3 tetapi Jokowi meminta 2 tahun kepada KPK. Sebab ada kasus sudah 5 tahun ditangani KPK, tidak ada kepastian apakah kasus dilanjutkan dan dihentikan sehingga yang disangkakan dan keluarga tertuduh memperoleh kepastian hukum, apakah kasus ini terus diproses atau dihentikan.

Anehnya, para pimpinan KPK Sdr. Agus Rahardjo dkk melakukan “baper berjama’ah” dengan cara mengundurkan diri, “resign” atau “berhenti” dari pimpinan KPK. Masalahnya adalah tindakan berhenti secara serentak atau secara berjama’ah tersebut jelas tidak prosedural bahkan merupakan tindakan “pemboikotan” atau insubordinasi.

“Ngambek” berjama’ah pimpinan KPK semestinya tidak dilakukan melalui konferensi pers dihadapan media, sehingga mekanisme pengembalian tanggung jawab pimpinan KPK kepada Presiden dilakukan dengan cara tidak sesuai dengan ketentuan berhenti atau diberhentikan atau mengundurkan diri menurut ketentuan pasal 32 UU No. 30 Tahun 2002 Tentang KPK. Ini jelas memberi pesan kepada publik bahwa pimpinan KPK seperti melakukan manuver politik.

Implikasi hukumnya adalah bahwa terhitung sejak sore hari tanggal 13 September 2019, KPK sebagai lembaga negara berada dalam kekosongan pimpinan, berada dalam kevacuman penyidik dan penuntut umum dan terlebih-lebih KPK berada dalam kekosongan penanggung jawab tertinggi.

Sikap Presiden Jokowi cukup jelas dan tegas dalam koridor mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi. Namun bagi orang-orang yang mempunyai kepentingan membuat KPK menjadi lembaga “super body” dan tidak tersentuh, sehingga sikap bijaksana dari Presiden Jokowi tidak dihargai, hanya dilihat dengan sebelah mata.  Pimpinan KPK yang baru sudah terpilih.

“Secara pribadi, saya juga tidak puas dan meragukan integritas personal mereka. Tapi hal ini sudah menjadi keniscayaan proses demokrasi. Jadi kita ikuti saja kiprahnya seperti  apa. Kalau mereka melenceng dan membuat performa kerja KPK melempem, pasti rakyat menggugat,” pungkas Teuku  Neta.

Komentar
Share15Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Usut Kasus Korupsi Maidi, KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Madiun

Usut Kasus Korupsi Maidi, KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Madiun

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dalam...

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Telusuri Peran Kesthuri dalam Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2024. Kali ini,...

Dakwaan Rp6,5 Miliar, Noel Klaim Jadi Korban Framing KPK

Dakwaan Rp6,5 Miliar, Noel Klaim Jadi Korban Framing KPK

ASPEK.ID, JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, melontarkan kritik keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Thohir:  Polusi Udara Masalah Serius, BUMN Tanam 100 Ribu Pohon

Jaksa Agung Wacanakan Penyatuan Jampidum dan Jampidsus

Prabowo Temui Tokoh Oposisi, Menhan Beberkan Isu Strategis yang Dibicarakan

Tiga Peserta SPPI KNMP Meninggal Saat Pendidikan Militer

Jaksa Tetapkan Eks Pejabat Kementerian PU Jadi Tersangka Suap Rp 2 M

Sony Sonjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang, Apa Isinya?

Kandas di Kejagung, Eks Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya Ajukan Permohonan JC ke LPSK

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In