ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menunjuk Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono sebagai Wakil Komisaris Utama (Wakomut) PT Pindad (Persero).
Jenderal bintang tiga itu saat ini juga menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri). Dia menggantikan Wakomut sebelumnya, Mayjen TNI (Purn) Sumardi.
Penunjukkan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-17/MBU/01/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pindad.
Salinan surat itu diserahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pindad yang digelar secara daring pada Senin (18/1/2021).
Selain Gatot, Mayjen TNI (Purn) Sakkan Tampubolon, Alexandra Retno Wulan, Arlan Septia ditetapkan sebagai Komisaris Independen dan Jaleswari Pramodhawardani sebagai Komisaris.
Nama-nama yang disebut diatas menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati oleh Dr Nurdin, Komjen Pol (Purn) Ari Dono, serta Mayjen TNI (Purn) Endang Sodik.
Berikut ini profil singkat Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono:
Profil Singkat
Komjen Pol Dr. Drs. Gatot Eddy Pramono, M.Si. yang lahir di Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965 ini sejak 20 Desember 2019 mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).
Lulusan Akpol 1988 A ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini berturut-turut adalah Wakapolda Sulawesi Selatan (2016) Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri (2017) Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri (2018) dan Kapolda Metro Jaya (2019).
Kasus yang terkenal antara lain adalah pencurian dengan kekerasan lintas provinsi kelompok John Tamba (2011) pembobolan kartu kredit (2011) serta berpengalaman di Pilpres 2019 saat menjabat Kapolda Metro Jaya.
Profil PT Pindad
PT Pindad (Persero) adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia. Pada tahun 1808 didirikan sebuah bengkel peralatan militer di Surabaya dengan nama Artillerie Constructie Winkel (ACW), bengkel ini berkembang menjadi sebuah pabrik dan sesudah mengalami perubahan nama pengelola kemudian dipindahkan lokasinya ke Bandung pada tahun 1923.
Belanda pada tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT Pindad sekarang ini. Sejak saat itu PT Pindad berubah menjadi sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola oleh Angkatan Darat.
PT Pindad berubah statusnya menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. Pindad (Persero) pada tanggal 29 April 1983, kemudian pada tahun 1989 perusahaan ini berada di bawah pembinaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang kemudian pada tahun 1999 berubah menjadi PT Pakarya Industri (Persero) dan kemudian berubah lagi namanya menjadi PT Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero).
Tahun 2002 PT BPIS (Persero) dibubarkan oleh Pemerintah, dan sejak itu PT. Pindad beralih status menjadi PT. Pindad (Persero) yang langsung berada di bawah pembinaan Kementerian. Tahun 2019, Pindad telah menghasilkan berbagai produk inovasi di bidang pertahanan dan keamanan (Hankam) seperti Medium Tank Harimau, R-Han 122B, Pistol Polimer, SSBA, SMB, MKB dan lain-lain.
Adapun di bidang produk industrial Pindad telah menghasilkan ekskavator berbagai varian, yang terbaru Excava 50 (5ton) dan Amphibious. Bisnis Industrial juga menghasilkan AMH-o, Gesits motor listrik, Paddy dryer, fire fighting vehicle dan berbagai alat mesin pertanian (Alsintan).
























