ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah telah meresmikan pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang di Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah sendiri akan menyiapkan sekitar 4.000 hektare lahan di kawasan tersebut.
Pada tahap pertama, pemerintah akan mempersiapkan 450 ha lahan. Salah satu perusahaan yang telah menyatakan komitmennya yaitu LG Chemical dengan nilai investasi US$9,8 miliar dengan potensi penyerapan tenaga kerja 14 ribu orang.
Bupati Batang Wihaji mengatakan, pemerintah akan menggratiskan Bbiaya sewa lahan selama lima tahun bagi investor asing yang akan berinvestasi disana.
“Perintah Presiden minimal lima tahun gratis. Investor mungkin hanya membayar listrik dan air dan setelah memasuki tahun ke-enam, baru mulai proses bisnisnya, sewanya, dan lainnya,” kata Wihaji dilansir laman Antara, Kamis (28/1).
Menurut dia, hal tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah melalui KIT Batang dalam berkompetisi dengan kawasan industri dari negara lain.
Selain biaya sewa gratis selama lima tahun, kata dia, pemkab juga akan mempermudah pengajuan perizinan penanaman modal asing (PMA).
“Kami akan mempermudah dan memberikan keringanan para investor agar perusahaan beroperasi dulu serta berproduksi. Setelah itu, perusahaan bergulir ada produksi, uang berjalan, ada perputaran ekonomi,” katanya.
Setelah lima tahun berjalan para investor dipersilakan membuat kesepakatan sewa untuk lima tahun maupun 30 tahun.
Adapun mengenai masalah perizinan perusahaan di KIT Batang, kata dia, hampir semuanya gratis kecuali untuk izin mendirikan bangunan (IMB) yang nilainya juga relatif kecil.
“Yang jelas kami akan mempermudah semuanya sesuai dengan perundang–undangan yang berlaku, silakan para investor yang akan mengajukan perizinan,” katanya.
Menurut dia, saat ini masih ada dua hal kebijakan Pemerintah mengenai KIT Batang yang masih dirapatkan seperti harga sewanya dan insentif apalagi yang bakal diterima oleh investor.
“Pada tawaran gratis sewa dan izin dipermudah sudah banyak investor yang berminat yaitu ada 23 perusahaan PMA dan penanaman modal dalam negeri (PMDN),” katanya.
Ia mengatakan 23 investor yang serius mendirikan perusahaan di KIT Batang ini, nantinya akan membutuhkan lahanya di atas 360 hektare dan akan menyerap tenaga kerja sekitar 10.000 orang.
“23 perusahaan sudah ada nota kesepahaman (Memorandum of Understanding), tinggal menunggu harga sewanya karena mereka akan menghitung ‘cash flow’, tandasnya.
























