ASPEK.ID,JAKARTA – PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan laba pada bersih pada 2020 senilai US$ 1 miliar (Rp 14 triliun).
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahja Purnama mengatakan, pestasi ini luar biasa ketika perusahaan migas dunia mengalami kerugian besar.
“Berterima kasih kepada Dewan Direksi (atas capaian laba),” kata pria yang akrab disapa Ahok itu sebagaimana dikutip dari CNBC, Jumat (5/2/2021.
Ahok mengapresiasi Dewan Direksi yang bekerja sama baik dengan Dewan Komisaris (Dekom), terutama mengupayakan sejumlah penghematan di masa pandemi Covid-19.
Selama 2020, Pertamina mengalami banyak tantangan seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan angka Covid-19, permintaan bahan bakar minyak secara nasional menurutnya turun 25%.
Di sejumlah kota besar, penurunan permintaan BBM sempat anjlok lebih dari 50%. Demikian juga dari sisi nilai tukar rupiah, saat awal pandemi sempat melemah. Sehingga menurutnya ini berdampak cukup signifikan kepada bisnis sektor energi.
Upaya mencetak laba dengan meningkatkan produktivitas hulu migas dan kilang minyak. Efisiensi pada semua bidang, termasuk memotong biaya operasi (Operating Expense/Opex) 30% dan memprioritaskan untuk anggaran investasi.





















