ASPEK.ID, JAKARTA – Komandan Korps Brimob Polri (Dankor Brimob), Irjen. Pol. Drs. Anang Revandoko beserta jajaran pejabat melakukan kunjungan ke PT Pindad (Persero).
Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose didampingi oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan, Ade Bagdja, Direktur Bisnis Produk Hankam, Wijil Jadmiko beserta para VP dan GM menerima kunjungan Dankor Brimob beserta jajaran.
Abraham Mose dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi atas kunjungan Dankor Brimob beserta jajaran. Abraham menjelaskan, selain bergerak dalam industri pertahanan, Pindad juga bergerak dalam industri keamanan.
“Pindad saat ini memang fokus pada industri pertahanan. Dan sudah menjadi visi Pindad untuk mengembangkan industri keamanan, bagaimana nantinya Pindad dapat lebih berkontribusi dalam industri keamanan,” kata Abraham dalam keterangan resmi yang dikutip, Sabtu (13/2)..
Anang Revandoko dalam sambutannya menyampaikan Pindad sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pertahanan dan keamanan agar terus mengembangkan kemampuannya.
“Dengan melihat banyaknya ancaman-ancaman yang ada di dalam negeri, perlu adanya pengembangan kemampuan produk keamanan. Brimob siap untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan kemandirian peralatan keamanan kepolisian,” jelas Anang.
Anang Revandoko kemudian berharap agar Pindad kedepannya dapat menjadi produsen produk keamanan dan mampu mendukung kebutuhan Polri.
Kegiatan kunjungan kemudian dilanjutkan dengan meninjau fasilitas produksi Pindad. Anang Revandoko tertarik dengan kendaraan taktis 4×4 Pindad Maung di divisi Kendaraan Khusus, memperkenalkan motor listrik Gesits untuk salah satu solusi untuk mobilisasi anggota polri yang merupakan produk milik anak perusahaan Pindad, PT Pindad Enjiniring Indonesai (PT PEI).
Selain itu dia juga berkesempatan melakukan uji tembak. Adapun senjata yang digunakan dalam kunjungan Brimob dalam kesempatan itu adalah SS2-V4.
Profil PT Pindad
PT Pindad (Persero) adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia. Pada tahun 1808 didirikan sebuah bengkel peralatan militer di Surabaya dengan nama Artillerie Constructie Winkel (ACW), bengkel ini berkembang menjadi sebuah pabrik dan sesudah mengalami perubahan nama pengelola kemudian dipindahkan lokasinya ke Bandung pada tahun 1923.
Belanda pada tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT Pindad sekarang ini. Sejak saat itu PT Pindad berubah menjadi sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola oleh Angkatan Darat.
PT Pindad berubah statusnya menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. Pindad (Persero) pada tanggal 29 April 1983, kemudian pada tahun 1989 perusahaan ini berada di bawah pembinaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) yang kemudian pada tahun 1999 berubah menjadi PT Pakarya Industri (Persero) dan kemudian berubah lagi namanya menjadi PT Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero).
Tahun 2002 PT BPIS (Persero) dibubarkan oleh Pemerintah, dan sejak itu PT. Pindad beralih status menjadi PT. Pindad (Persero) yang langsung berada di bawah pembinaan Kementerian. Tahun 2019, Pindad telah menghasilkan berbagai produk inovasi di bidang pertahanan dan keamanan (Hankam) seperti Medium Tank Harimau, R-Han 122B, Pistol Polimer, SSBA, SMB, MKB dan lain-lain.
Adapun di bidang produk industrial Pindad telah menghasilkan ekskavator berbagai varian, yang terbaru Excava 50 (5ton) dan Amphibious. Bisnis Industrial juga menghasilkan AMH-o, Gesits motor listrik, Paddy dryer, fire fighting vehicle dan berbagai alat mesin pertanian (Alsintan).
























