ASPEK.ID, JAKARTA – Penyelenggaraan Pasar Digital (PaDi) UMKM Virtual Expo 2021 resmi ditutup oleh Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Susyanto pada Senin (22/2) kemarin.
Susyanto mengatakan penyelengaraan acara ini merupakan wujud nyata dari sinergi kemitraan bisnis antara BUMN dengan UMKM yang selaras dengan kebijakan dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Keberpihakan pada pengembangan UMKM menempati prioritas tertinggi karena UMKM berperan sebagai penopang utama struktur perekonomian nasional yang terkena dampak sangat besar sejak pandemi Covid-19. Kita pantas bersyukur bahwa hanya dalam hitungan bulan, inisiasi Kementerian BUMN untuk melibatkan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa untuk perusahaan BUMN telah berhasil membentuk online marketplace padiumkm.id,” ujar Susyanto dalam keteangannya yang dikutip, Selasa (23/2).
Sejak hari pembukaannya pada 15 Februari hingga 22 Februari atau menjelang penutupan, pameran virtual perdana PaDi-UMKM telah membukukan sebanyak 1.666 kali transaksi yang didukung payment gateway dari PaDiumkm.id. PaDi-UMKM Virtual Expo juga dikunjungi sebanyak 52.712 kali oleh 4.880 registered online visitor.
Penyelenggaraan PaDi-UMKM Virtual Expo 2021 ini menampilkan beragam produk dan jasa secara informatif dan atraktif yang melibatkan 9 BUMN sebagai buyer group.
9 BUMN yang berpartisipasi aktif sebagai buyer tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Permodalan Nasional Mandiri (Persero).
Selama pameran berlangsung, para buyer BUMN melakukan interaksi, negosiasi dan transaksi online dengan para pelaku UMKM yang difasilitasi kepesertaannya di PaDi-UMKM Virtual Expo 2021 oleh 7 organisasi pengampu yaitu HIPMI, DEKRANAS, Bhayangkari, Kementerian KUKM, Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, dan IWAPI.
Susyanto menambahkan, secara bertahap dan terukur, PaDi UMKM akan ditingkatkan kapasitas, aksesibilitas, dan kapabilitas hingga mencakup seluruh BUMN, serta menjalin sinergi lintas Kementerian/Lembaga dan pihak terkait lainnya.
Kementerian BUMN berharap, di masa mendatang, event ini dapat mengundang lebih banyak lagi UMKM agar dapat menambah alternatif vendor BUMN yang lebih beragam dan kompetitif di seluruh wilayah Indonesia.
“Meningkatnya sinergitas BUMN dan UKM yang didorong melalui kegiatan online marketplace dan virtual events akan membuka semakin banyak peluang peningkatan volume rantai pasok dan rantai nilai yang dapat mendorong peningkatan daya saing ragam produk dan jasa di pasar dalam negeri maupun global. Dengan kata lain, penyelenggaraan PaDi UMKM Virtual Expo menjadi platform penting, sebagai sebuah langkah maju dalam promosi dan reposisi UMKM Indonesia menuju Indonesia Maju,” tandas Susyanto.
PaDi UMKM Virtual Expo, hingga jam 12:00 WIB Senin 22 Februari 2021 membukukan total transaksi Rp3,219 miliar yang tercatat khusus selama jam pameran, di luar transaksi yang dilakukan secara terpisah di marketplace padiumkm.id.
Berdasarkan kelompok buyer, lima transaksi dengan nilai terbesar dibukukan oleh PT Telkom Indonesia Tbk (Rp861juta), PT Pembangunan Perumahan (Rp636 juta), PT Pegadaian (Rp 503juta), PT Waskita Karya (Rp 477 juta), dan Pertamina (Rp397 juta).
Berdasarkan organisasi pangampu UMKM peserta PaDi UMKM Virtual Expo, 5 nilai transaksi terbanyak dicapai oleh Muhammadiyah melalui CV Esa Medco Technology, sebesar Rp195,42 juta dan Bhayangkari melalui Apotek Esa Farma sebesar Rp45,77 juta.
Lalu HIPMI melalui PT Joyci Nusantara Cemerlang sebesar Rp20,93 juta, Dekranas melalui Kaloka Pottery sebesar Rp19,66 juta, dan Nahdatul Ulama melalui PT Agalo Nema Sanindo sebesar Rp18,15 juta. []






















