ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan susunan direksi dan nonmeklatur di perusahaan plat merah PT Surveyor Indonesia (Persero).
Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-224/MBU/07/2021 tanggal 2 Juli 2021 tentang Penetapan Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Surveyor Indonesia.
Dalam keputusan yang ditandatangani, Menteri BUMN Erick Thohir itu, memberhentikan Dian M Noer dari jabatan Direktur Utama Surveyor Indonesia sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan dan mengangkat M Haris Witjaksono sebagai penggantinya.
M. Haris Witjaksono sebelumnya merupakan Direktur Komersial II Sucofindo sejak 8 Maret 2018. Ia menyelesaikan pendidikan di Jurusan Kehutanan Institut Pertanian Bogor pada tahun 1991.
Selain itu, juga memberhentikan dengan hormat Tri Widodo sebagai Direktur Komersial 1 serta Darwin Abas sebagai Direktur Komersial 2 Surveyor Indonesia. Sebagai gantinya, Saifuddin Wijaya diangkat menjadi Direktur Komersial Surveyor Indonesia.
Selanjutnya mengalihtugaskan Rosmanidar Zulkifli dari Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Surveyor Indonesia.
Dengan adanya perombakan ini, maka susunan direksi Surveyor Indonesia yang baru adalah sebagai berikut:
M. Haris Witjaksono sebagai Direktur Utama.
Saifuddin Wijaya sebagai Direktur Komersial.
Rosmanidar Zulkifli sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Lussy Ariani Seba sebagai Direktur Sumber Daya Manusia.
Pada tahun 2020 Surveyor Indonesia mengumpulkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,42 triliun, turun 3,5% dari pendapatan usaha tahun 2019 sebesar Rp 1,47 triliun.
Dengan laba bersih tahun 2020 sebesar Rp 102,4 miliar, turun 36,9% dari laba bersih Tahun 2019 sebesar Rp 162,3 miliar. Total aset perusahaan tahun 2020 mencapai Rp 1,83 triliun, naik 4,9% dari total aset perusahaan tahun 2019 sebesar Rp 1,74 triliun.
PT Surveyor Indonesia berhasil mencapai Skor Kinerja Kesehatan Perusahaan Tahun 2020 dengan skor sebesar 82 dengan kategori Sehat – AA.





















