ASPEK.ID, JAKARTA – PT Surveyor Indonesia (Persero) telah membukukan pendapatan sebesar Rp670 miliar selama semester I tahun 2021.
Sekedar diketahui, Surveyor Indonesia adalah salah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang survei, inspeksi, dan konsultasi.
Surveyor Indonesia tergabung ke dalam holding BUMN di bidang jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi bersama dua perusahaan pelat merah lain yakni PT Biro Klasifikasi Indonesia dan PT Sucofindo,
“Semester I 2021, Surveyor Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp670 miliar atau 46 persen dari target RKAP tahun 2021 sebesar Rp1,45 triliun,” ujar Direktur Utama Surveyor Indonesia Muhammad Haris Witjaksono di Jakarta, Senin (2/8).
Untuk laba bersih berhasil dicapai sebesar Rp81 miliar atau 40,1 persen dari target RKAP tahun 2021 sebesar Rp203 miliar.
Target pendapatan Surveyor Indonesia tahun 2021 sebesar Rp1,45 triliun atau tumbuh tiga persen dari realisasi pendapatan tahun 2020, dengan target laba bersih sebesar Rp154,4 miliar.
Pada akhir tahun 2020, Surveyor Indonesia memiliki pendapatan usaha tercatat sebesar Rp1,419 triliun atau 108,3 persen dari anggarannya sebesar Rp1,310 triliun yang merupakan kontribusi dari divisi bisnis migas dan sistem pembangkit sebesar 41,1 persen, sektor penguatan institusi dan kelembagaan 21,9 persen, sektor mineral dan batubara 19,5 persen, dan sektor infrastruktur 17,6 persen.
Jasa survei merupakan sektor penyumbang pendapatan terbesar tahun 2020 sebesar Rp480,1 miliar, disusul oleh jasa inspeksi Rp398,7 miliar, jasa verifikasi Rp290,7 miliar, jasa konsultasi Rp163,45 miliar, jasa sertifikasi Rp66,1 miliar dan jasa testing sebesar Rp19,9 miliar.























