Maskapai penerbangan nasional asal Italia, Alitalia mengumumkan mereka tak akan lagi menjual tiket pesawat dan resmi menutup bisnis penerbangan secara permanen.
“Alitalia tidak akan lagi menjual tiket untuk penerbangan mulai 15/10. Dimungkinkan untuk memesan ulang penerbangan pada 14/10 atau meminta pengembalian dana penuh. Segera komunikasi langsung akan dikirim ke semua pelanggan dengan instruksi lebih lanjut. Info lebih lanjut https://fcld.ly/b0bxct1,” cuit akun Twitter resmi maskapai tersebut, dikutip Senin (30/8).
Pemerintah Italia sebelumnya telah menggelontorkan miliaran euro untuk Alitalia. Hal ini dilakukan guna menyelamatkan perusahaan dan tak ada pemutusan hubungan kerja (PHK).
Direktur School of Government di LUISS University Giovanni Orsina mengatakan suntikan dana dari pemerintah tak berhasil membuat Alitalia bertahan.
Perusahaan tak bisa mengatasi persaingan global dan beradaptasi dengan perubahan di sektor penerbangan.
“Jatuhnya Alitalia adalah simbol utama dari sejarah Italia yang kesulitan dalam menghadapi globalisasi dan meningkatnya persaingan,” ujar Orsina dilansir CNN, Senin (30/8).
Alitalia semakin tertekan ketika banyak maskapai yang lebih efisien dan beroperasi dengan awak lebih sedikit. Maskapai lain pun mampu menawarkan harga tiket yang lebih kompetitif ketimbang Alitalia.
Masalah Alitalia dimulai pada 1990-an. Ketika itu, deregulasi Eropa membuat lalu lintas udara lebih kompetitif dan sektor kereta api di Eropa diperkuat.
Situasi pun semakin buruk ketika pihak berwenang mencoba untuk melakukan privatisasi Alitalia. Pemerintah Italia mencoba mencari kemitraan agar perusahaan tetap bertahan dalam mengatasi tantangan pasar bebas.
Orsina menyebut krisis tersebut membuat kualitas penerbangan Alitalia menurun. Sejumlah karyawan mogok kerja, jadwal penerbangan ditunda atau dibatalkan, dan jumlah perjalanan jarak jauh berkurang.
Mantan penumpang Alitalia Rosetta Scrugli mengeluh bahwa protes dari serikat pekerja perusahaan membuatnya kehilangan pertemuan penting di luar negeri.
“Penerbangannya terlambat atau bahkan sering dibatalkan. Saya menghabiskan berjam-jam menunggu di terminal dan barang bawaan saya hilang beberapa kali,” kata Scrugli.
Ketika keluarga Italia pulang dari perjalanan jauh dan menginjakkan kaki di dalam pesawat Alitalia, pramugari menyapa dengan ‘buongiorno’ yang hangat dan menyajikan spaghetti kukus dengan saus tomat untuk makan siang, yang rasanya seperti melangkah kembali ke rumah.
Maskapai penerbangan nasional di Italia akan diganti oleh ITA mulai Oktober 2021 mendatang. Masyarakat berharap ITA bisa lebih baik dari Alitalia.























