• Latest
  • Trending
Nezar Patria: Jokowi Tanya  Apa  Manfaat Dana Otsus Bagi Warga Aceh?

Nezar Patria: Indonesia Tawarkan 3P Respons Perkembangan AI di Dunia

Masyarakat Pilih Bawa Tumbler Dapat Potongan Harga Kopi

Masyarakat Pilih Bawa Tumbler Dapat Potongan Harga Kopi

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Eks Jubir KPK Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie

Kuasa Hukum Febrie Diansyah Tantang Kejagung Ungkap Pemilik 74 Kg Emas

Istana Janjikan Tukin Guru dan Nakes 3T Naik

Istana Janjikan Tukin Guru dan Nakes 3T Naik

Radio Merah Putih Promosi Kopdes Mengudara

Kemenhan Wisuda 33.785 Calon Manajer Kopdes

Beda Penampilan, Jokowi Berangkat ke NTT Tanpa Kemeja dan Topi PSI

Beda Penampilan, Jokowi Berangkat ke NTT Tanpa Kemeja dan Topi PSI

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Pilot Maskapai Asing Diciduk di Soetta, Selundupkan 25 Kg Ekstasi

Persis Solo Gelar TC di Garudayaksa Training Centre, Siap Uji Kekuatan dengan Tim Liga 1

Persis Solo Gelar TC di Garudayaksa Training Centre, Siap Uji Kekuatan dengan Tim Liga 1

Bank Indonesia Sulap 5 Ton Uang Rupiah Tak Layak Edar Jadi Bahan Bakar Semen

Bank Indonesia Sulap 5 Ton Uang Rupiah Tak Layak Edar Jadi Bahan Bakar Semen

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Jelaskan  OTT Lebih Banyak Jerat Bupati daripada Gubenur

Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Gubernur BI; Destry Damayanti Ganti Perry Warjiyo

Prabowo Beri Sinyal Usulkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Definitif

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

MRT Jakarta Investasi Rp 300 Miliar Bangun Pedestrian Deck

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Juli 31, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Nezar Patria: Indonesia Tawarkan 3P Respons Perkembangan AI di Dunia

by Aspek
November 22, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, NEWS, TEKNOLOGI
Nezar Patria: Jokowi Tanya  Apa  Manfaat Dana Otsus Bagi Warga Aceh?

Wamenkominfo Nezar Patria. (Foto: Humas PPTIM)

Wamenkominfo  Nezar Patria mengungkapkan Indonesia punya tiga usulan atau gagasan dalam rangka merespons perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurut Nezar, usulan ini sudah disampaikan dalam AI Safety Summit, yang diikuti 28 negara, bersama dengan sejumlah perusahaan teknologi di London, Inggris beberapa waktu lalu.

“Kami menawarkan tiga hal yang kami sebut 3P di dalam forum itu,” kata Nezar Patria dalam acara Catatan Wens Manggut bertajuk ‘Regulasi dan Etika dari Kecerdasan Buatan (AI)’ yang digelar secara live streaming di Vidio, Selasa (21/11/2023).

BacaJuga

Masyarakat Pilih Bawa Tumbler Dapat Potongan Harga Kopi

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Kuasa Hukum Febrie Diansyah Tantang Kejagung Ungkap Pemilik 74 Kg Emas

Istana Janjikan Tukin Guru dan Nakes 3T Naik

Kemenhan Wisuda 33.785 Calon Manajer Kopdes

Beda Penampilan, Jokowi Berangkat ke NTT Tanpa Kemeja dan Topi PSI

Dia mengungkapkan, “P” pertama adalah Policy atau kebijakan, yang dimaksudkan untuk mengatur ekosistem, mulai dari desain, pengembangan, hingga pemakaian.

Kedua adalah Platform kecerdasan buatan, di mana menurut Nezar, platform harus menjamin inklusivitas, transparansi, hingga non-diskriminasi.

“P” terakhir adalah terkait People atau sumber daya manusia dan hubungannya dengan alat-alat AI, serta empowerment manusianya itu sendiri.

“Karena ada digital divide, di dunia masih terjadi. Kesenjangan akses, kesenjangan pengetahuan soal digital, dan lain-lain, akan memengaruhi interaksi dengan artificial intelligence, dalam soal data,” ujarnya disadur dari liputan6.

Nezar menjelaskan, ‘makanan’ dari kecerdasan buatan adalah data. Terkait ini, kesadaran terhadap data memang belum setinggi negara lain seperti Amerika Serikat atau Eropa, tapi Indonesia sudah memiliki UU Pelindungan Data Pribadi (PDP).

Wamenkominfo mengungkapkan Peraturan Pemerintah turunan UU PDP telah disiapkan, dan segera akan selesai tidak lama lagi, di mana nantinya akan diturunkan lagi ke Peraturan Menteri dan seterusnya.

“Ini saya kira satu kemajuan yang cukup bagus, walaupun tidak khusus mengatur soal AI, tetapi ada baseline. Bagaimana perlindungan data di sektor emerging technology, jadi AI mungkin bisa masuk di situ,” Wamenkominfo Nezar Patria memaparkan.

Nezar juga mengungkapkan berdasarkan pertemuan terkait AI yang di London, Inggris, ada nilai-nilai dasar yang sudah disepakati terkait kecerdasan buatan.

“Jadi ada global concern terhadap risiko-risikonya, lalu kemudian untuk mengantisipasi risiko itu kita sepakat dengan sejumlah nilai-nilai, misalnya transparansi, non-diskriminasi, kita sepakati dulu,” ucapnya.

Menurut Nezar, memang sejauh ini belum ada aturan secara global soal AI. Namun, dengan adanya kesepakatan bersama bernama Bletchley Declaration yang disepakati di Inggris itu, bisa jadi sebuah langkah maju.

“Ini memang non-legally binding, jadi tidak mengikat secara hukum, karena masih bersifat norma, tetapi dari situ nanti bisa maju lebih jauh lagi,” Nezar mengungkapkan.

Menurut Nezar, masing-masing negara sebetulnya sudah memiliki regulator framework-nya masing-masing, tapi berbeda-beda tingkatannya.

“Karena watak AI ini sangat dinamis, cepat, tidak terprediksi, serta possibility dan probability-nya, itu luar biasa. Dengan demikian, negara-negara yang ikut dalam perlombaan AI ini, membuat pagar-pagarnya supaya tidak harmful ke manusia,” kata Wamenkominfo.

Di Indonesia sendiri, Nezar mengungkapkan  Kementerian Kominfo akan segera mengeluarkan Surat Edaran Panduan Pemakaian AI untuk semua sektor.

“(Panduan penggunaannya) lebih ke etika, karena memang untuk sampai ke hard-nya, kita harus me-review semua perkembangannya dulu, dan bicara dengan stakeholders,” kata Nezar.

“Jadi kami tidak mau membatasi inovasinya juga, kami sepakat dengan negara-negara lain untuk memaksimalkan benefitnya, meminimalkan risikonya,” imbuhnya.

Wamenkominfo pun mengungkapkan, industri-industri di Indonesia juga telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

“Media sudah pakai, media paling banyak pakai dan terpapar AI ini. Terus juga transportasi, kesehatan, itu sudah memakai yang namanya AI. Yang paling besar terpapar adalah sektor informasi,” ucap Nezar.

“Di sektor customer relation management, itu sudah pakai chatbot, menggantikan orang. Ini makin canggih, jadi dia bisa berinteraksi lebih intim dan pengembangannya akan sangat personalized,” ujarnya menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Nezar juga mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan check dan recheck, apabila menerima sebuah informasi di media sosial, mengingat saat ini, AI juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan misinformasi.

“Kalau menerima konten yang agak meragukan, misalnya too good to be true, seperti contohnya presiden berbahasa Mandarin, tentu saja menimbulkan pertanyaan, itu bisa cek ke sumber yang otoritatif,” katanya.

Komentar
Share24Tweet15SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Harga Emas Dunia US$ 4.100 Usai Keputusan The Fed

Jakarta -  Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu setelah tertekan pada awal sesi. Harga emas melonjak sekitar 2% setelah...

Bisnis di Indonesia Nomor 3 Siap Digitalisasi di Asia Tenggara

Menaker: Skill AI Kunci Kerja di Era Digital

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berbicara dalam pembukaan Pameran Kesempatan Kerja/Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 yang digelar...

Bisnis di Indonesia Nomor 3 Siap Digitalisasi di Asia Tenggara

Potensi Ekonomi Digital Indonesia Rp 66 Triliun Bila Didukung AI

Jakarta - Kecerdasan buatan (AI) dianggap sebagai disrupsi, namun potensinya luar biasa besar. Pemanfaatan dan adopsi AI dalam ekonomi digital...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Erick Thohir Shalat di Kamar Soekarno

Erick Thohir: Jaga Islam Jaga Indonesia

Masyarakat Pilih Bawa Tumbler Dapat Potongan Harga Kopi

Masyarakat Pilih Bawa Tumbler Dapat Potongan Harga Kopi

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Eks Jubir KPK Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie

Kuasa Hukum Febrie Diansyah Tantang Kejagung Ungkap Pemilik 74 Kg Emas

Istana Janjikan Tukin Guru dan Nakes 3T Naik

Istana Janjikan Tukin Guru dan Nakes 3T Naik

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In