Jakarta – Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu setelah tertekan pada awal sesi. Harga emas melonjak sekitar 2% setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya.
Keputusan The Fed tersebut mendorong pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury. Pelaku pasar juga mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.
Mengutip CNBC, (Kamis (30/7/2026), harga emas di pasar spot naik 1,9% menjadi US$ 4.101,99 per ounce. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh US$ 4.116,26 per ounce, level tertinggi sejak 23 Juli.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup melemah sekitar 0,1% ke posisi US$ 4.036,30 per ounce.
The Fed mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan tersebut berpotensi memunculkan lebih banyak pertanyaan mengenai langkah Warsh untuk memenuhi komitmennya membawa inflasi AS kembali ke target 2%.
Dolar AS melemah terhadap euro setelah keputusan suku bunga diumumkan. Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.
Pada saat bersamaan, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun memangkas kenaikan yang sempat terjadi sebelumnya. Kondisi tersebut turut memberikan dukungan terhadap pergerakan harga emas.
























