• Latest
  • Trending
1 Januari 2020, Harga Rokok Resmi Naik 35 Persen

Perokok Pasif 4 Kali Berpeluang Kanker Paru

Calon Bos OJK Beberkan Strategi Bikin Bursa Mineral RI Jadi Acuan Harga Global

Calon Bos OJK Beberkan Strategi Bikin Bursa Mineral RI Jadi Acuan Harga Global

Koreksi Desain IKN, Prabowo Fokus Ketahanan Lingkungan dan Bencana

Mensesneg Klaim Karhutla 4 Provinsi di Pulau Sumatra Sudah Terkendali

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Bakal Samakan Sistem Grading Pegawai di Semua BUMN

Hanura Ganti Logo Jadi Singa Jelang Pemilu 2029

Hanura Ganti Logo Jadi Singa Jelang Pemilu 2029

Bibir Kawah Gunung Kelimutu Retak 100 Meter Imbas Gempa M 7,7 Flores

Bibir Kawah Gunung Kelimutu Retak 100 Meter Imbas Gempa M 7,7 Flores

Taufik Isi Kursi Sekda Aceh Usai Nasir Dicopot Prabowo

Taufik Isi Kursi Sekda Aceh Usai Nasir Dicopot Prabowo

Pulihkan 3.000 Faskes di Sumatera, Kemenkes Butuh Rp 529,3 Miliar

Menkes Budi Masuk Calon Dirjen WHO 2027

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Pelaku UMKM Berbasis Sawit Diajak ke Pasar Global

Tunjangan Khusus Pegawai PPATK Naik hingga Rp47,5 Juta

PPATK Tidak Blokir Rekening Donasi Demo Pati ke Jakarta

Kejagung Telusuri Aset Eks Stafsus Nadiem Meski Masih Buron

Kejagung Limpahkan Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra ke Kejari Jakpus

Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda Lulusan IPDN Angkatan XXXIII

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Ditutup 30 Agustus, Ini Daftar Kampus yang Masih Sepi Peminat

Adhi Karya Ajukan PMN Rp 3 Triliun untuk 2021

BEI Suspensi Saham ADHI Imbas Tunda Bayar Bunga Dua Obligasi

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Perokok Pasif 4 Kali Berpeluang Kanker Paru

by Aspek
Desember 5, 2023
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, LIFESTYLE, NEWS
1 Januari 2020, Harga Rokok Resmi Naik 35 Persen

Ilustrasi rokok. [Foto: Anto Wicaksono/Aspek.id]

Kanker paru merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia.  Di Indonesia, kanker paru menjadi kanker nomor satu yang paling sering dialami laki-laki, dan nomor lima pada perempuan.  Selain itu, di Indonesia, kasus kanker paru ditemukan pada usia yang lebih muda, 10 tahun di bawah rata-rata usia kasus kanker paru di negara lain. 

Dr. Sita Laksmi Andarini dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjelaskan, lebih muda usia kasus kanker paru di Indonesia adalah karena awal usia merokok lebih muda. 

BacaJuga

Calon Bos OJK Beberkan Strategi Bikin Bursa Mineral RI Jadi Acuan Harga Global

Mensesneg Klaim Karhutla 4 Provinsi di Pulau Sumatra Sudah Terkendali

Danantara Bakal Samakan Sistem Grading Pegawai di Semua BUMN

Hanura Ganti Logo Jadi Singa Jelang Pemilu 2029

Bibir Kawah Gunung Kelimutu Retak 100 Meter Imbas Gempa M 7,7 Flores

Taufik Isi Kursi Sekda Aceh Usai Nasir Dicopot Prabowo

“Di Indonesia angka perokok lebih tinggi pada laki-laki dan dari usia yang masih muda. Lalu di rumah seluruh keluarga terkena rokok, ada anak cucu jadi perokok pasif, sehingga meningkatkan angka kanker paru pada yang lebih muda,” ujarnya dalam media briefing, Senin (4/12/2023). 

Adapun, perokok pasif 4 kali lipat lebih berisiko terkena kanker paru dibanding dengan yang tidak merokok. Perokok aktif 13 kali lipat lebih berisiko dari yang bukan perokok.

Perokok aktif pada pekerja tambang atau kimia risikonya untuk terkena kanker paru 8 kali lipat dari yang kerja di tempat yang sama tapi tidak merokok.  Hal yang bisa dilakukan untuk terhindar dari kanker paru antara lain dengan pencegahan primer, sesuai peraturan pemerintah, dengan membebaskan ruangan dari asap rokok sama sekali, menghindari pajanan rokok, dan tidak merokok sama sekali. 

Sita mengatakan sejumlah gejala kanker paru sering diabaikan, dan membuat kebanyakan pasien datang ke fasilitas kesehatan dengan kondisi kanker sudah berat atau pada stadium lanjut. 

“Padahal, jika terdeteksi dini, masih mungkin diobati dan disembuhkan,” ungkapnya.

Beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita kanker paru adalah batuk, sesak napas, batuk darah, nyeri dada, dan edema.  Gejala-gejala ini juga mirip dengan tuberkulosis (TBC) sehingga orang-orang sering menganggap enteng dan tidak melakukan pengobatan dengan segera.

“Jika gejalanya dirasa mirip TBC, biasanya akan dilakukan skrining TBC terlebih dahulu dengan tes dahak. Jika diberikan pengobatan dalam dua pekan tidak ada perbaikan baru akan dilakukan langkah untuk diagnosa selanjutnya,” jelasnya.   

Sita mengatakan bahwa pada kanker paru lebih banyak tidak bergejala. Hal ini karena paru tidak memiliki saraf perasa. 

“Namun, saraf tersebut ada pada lapisan yang melapisi paru. Jadi kalau belum mengenai lapisan tersebut tidak terasa atau tidak bergejala, tapi kalau sudah sampai di lapisan itu sudah stadium lanjut. Karena itu, kita perlu lakukan upaya skrining kanker paru, sebelum ada gejala pada orang risiko tinggi,” paparnya dikutip dari bisnis Indonesia.

Komentar
Share26Tweet16SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

1 Januari 2020, Harga Rokok Resmi Naik 35 Persen

Perokok Lebih Berisiko Sakit Nyeri Tulang Belakang

Ada beberapa penyebab seseorang alami nyeri tulang belakang. Salah satunya banyak duduk berjam-jam.  Meskipun banyak orang mengaku kerap mengalami, ternyata...

1 Januari 2020, Harga Rokok Resmi Naik 35 Persen

Rokok Ilegal Rugikan Indonesia Rp53 Triliun

Direktur Eksekutif INDODATA, Danis TS Wahidin menyatakan  28,12% perokok di Indonesia pernah atau sedang mengisap rokok illegal. Jika angka tersebut...

1 Januari 2020, Harga Rokok Resmi Naik 35 Persen

Perokok Aktif Indonesia Nomor 3 di Dunia

ASPEK.ID, JAKARTA - Tembakau dan segala jenis rokok termasuk rokok konvensional, rokok elektronik, rokok dengan pemanasan sangat berbahaya bagi tubuh....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In