ASPEK.ID, JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah menyiapkan langkah restrukturisasi besar dengan memangkas lebih dari 60 anak usaha. Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi jangka panjang menuju visi Telkom 30, yang menempatkan penguatan infrastruktur digital sebagai fokus utama.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengungkapkan, manajemen saat ini sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh entitas anak. Tujuannya memastikan setiap anak usaha benar-benar memberi nilai tambah dan selaras dengan arah bisnis inti perseroan.
Restrukturisasi ini akan menyasar anak usaha yang dinilai tidak relevan atau berada di luar ekosistem telekomunikasi dan infrastruktur digital. Opsi penertiban yang disiapkan beragam, mulai dari divestasi, penjualan, penutupan, hingga penggabungan.
“Formulasinya bisa divestasi, dijual, ditutup, digabungkan antar anak usaha Telkom, atau bahkan digabungkan dengan entitas lain di bawah Danantara,” ujar Dian dalam program The Fundamentals IDX Channel, Selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan, peluang penggabungan ke induk BUMN baru, Danantara, terbuka lebar. Pasalnya, sejumlah anak usaha Telkom bergerak di sektor yang serupa dengan BUMN lain, seperti perhotelan, kesehatan, dan asuransi.
Menurut Dian, restrukturisasi ini tidak semata pemangkasan. Beberapa anak usaha justru akan disederhanakan strukturnya atau diperbesar skalanya agar lebih optimal dan kompetitif.
Langkah agresif tersebut diarahkan untuk mencapai target Telkom pada 2030, yakni meningkatkan Total Shareholder Return (TSR) serta memperbaiki efisiensi alokasi modal. Manajemen juga menargetkan kapitalisasi pasar Telkom dapat berlipat ganda dalam beberapa tahun ke depan.
“Perampingan ini dilakukan agar seluruh anak usaha tetap berada di koridor telekomunikasi dan infrastruktur digital. Aktivitas yang tidak relevan dan tidak menciptakan nilai bagi grup akan kami eliminasi,” tegas Dian.
























