ASPEK.ID – Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali membela kesepakatan nuklir Iran yang diteken pada 2015. Obama menyebut perjanjian tersebut berhasil membatasi program nuklir Teheran tanpa harus memicu perang besar di kawasan Timur Tengah yang menyebabkan banyak orang terbunuh.
Dilansir Al Jazeera pada Sabtu (16/5), Obama mengatakan kesepakatan itu mampu memangkas sebagian besar stok uranium yang diperkaya milik Iran. Menurutnya, capaian tersebut diperoleh lewat jalur diplomasi, bukan kekuatan militer.
Dalam wawancara dengan CBS, Obama menyebut sekitar 97 persen uranium yang diperkaya Iran berhasil dikeluarkan melalui kesepakatan tersebut. Ia mengatakan langkah itu juga didukung hasil penilaian intelijen AS dan Israel saat itu.
“Kami berhasil melakukannya tanpa menembakkan rudal,” kata Obama.
Obama menegaskan hingga kini tidak ada pihak yang benar-benar menyebut perjanjian itu gagal. Ia juga menilai kesepakatan tersebut mampu mencegah konflik lebih luas, termasuk risiko terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz.
“Tidak ada yang membantah bahwa itu berhasil. Kami juga tidak perlu membunuh banyak orang atau membuat Selat Hormuz ditutup,” ujarnya.
Kesepakatan nuklir Iran 2015 sendiri dibuat antara Iran dan sejumlah negara besar dunia untuk membatasi pengembangan nuklir Teheran sebagai imbalan pencabutan sanksi ekonomi. []





















