• Latest
  • Trending
Yusril: RPP Jabatan Polisi Aktif Terbit Akhir Januari 2026

Yusril soal Film ‘Pesta Babi’: Pemerintah Tak Pernah Larang Pemutaran

1.191 Situs Pialang Berjangka Ilegal Diblokir

RI 1: Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

Alasan Prabowo Pertahankan Kabinet Gemuk

Alasan Prabowo Pertahankan Kabinet Gemuk

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Ikuti Garis Politik Jokowi

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Bocorksn Isi Surat ke Panglima TNI Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Sah! BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Prajogo Pangestu Habiskan Rp 3,6 Triliun, Akuisisi Diler Mobil di Singapura-Malaysia

Imbas Peringatan MSCI Kekayaan 3 Miliarder Indonesia Berkurang Rp 106 Triliun

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

Istri Adik Eks Kepala BNPB Menangi Sejumlah Proyek

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Anas: 2 Agenda Mendesak Prabowo-Gibran di Tahun Ketiga

Bursa Asia Menguat, IHSG Ikut Meroket di Awal Perdagangan

Cegah Bursa RI Turun ke Standalone Market, DEN Beri Saran ke Prabowo

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Sempat Menguat, IHSG Hari Ini Melemah

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Sore Ini

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Yusril soal Film ‘Pesta Babi’: Pemerintah Tak Pernah Larang Pemutaran

by Muhammad Fadhil
Mei 16, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, POLITIK
Yusril: RPP Jabatan Polisi Aktif Terbit Akhir Januari 2026

Yusril Ihza Mahendra. Foto: Detik.com

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan pemerintah tidak pernah menginstruksikan pelarangan pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita.

Yusril mengakui memang ada sejumlah kegiatan nonton bareng (nobar) film tersebut yang dibubarkan di beberapa daerah, terutama di lingkungan kampus. Namun, menurutnya, pembatalan itu lebih berkaitan dengan kebijakan internal masing-masing institusi.

“Tidak semua kampus melarang pemutaran film dokumenter tersebut. Di Universitas Mataram dan UIN Mataram, Lombok, nobar film itu dilarang karena persoalan prosedur administratif saja,” kata Yusril dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu (16/5).

BacaJuga

RI 1: Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

Alasan Prabowo Pertahankan Kabinet Gemuk

Prabowo: Ikuti Garis Politik Jokowi

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

KPK Bocorksn Isi Surat ke Panglima TNI Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus BNPB

Sah! BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75 Persen untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Ia mengatakan pemutaran film yang digelar di sejumlah kampus lain di Bandung dan Sukabumi tetap berjalan tanpa gangguan.

“Melihat pola demikian, pembubaran nobar film ‘Pesta Babi’ bukanlah arahan dari pemerintah ataupun aparat penegak hukum yang biasanya terpusat,” tuturnya.

Meski menilai film karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale itu memiliki narasi yang provokatif, Yusril menyebut kritik terhadap proyek strategis nasional (PSN) di Papua merupakan hal yang wajar.

“Walaupun memang terdapat narasi yang provokatif. Judul film dokumenter itu sendiri memang kontroversial. ‘Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita’ tampak bersifat provokatif,” ucapnya.

Yusril meminta publik tidak bereaksi berlebihan terhadap judul maupun isi film tersebut. Ia justru mempersilakan masyarakat menonton dan mendiskusikannya secara terbuka.

”Biarkan saja masyarakat menonton, lalu setelah itu silakan gelar diskusi dan debat. Dengan demikian publik menjadi kritis, pro dan kontra dapat terjadi,” katanya.

Menurut Yusril, kritik dalam film itu juga dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah.

“Pemerintah dapat memetik hikmah dari film itu untuk mengevaluasi kalau-kalau ada langkah di lapangan yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Film dokumenter Pesta Babi menyoroti dampak ekspansi lahan dan industri terhadap masyarakat adat di Papua, termasuk hilangnya hutan adat, pangan tradisional, hingga kedaulatan warga lokal. Film berdurasi sekitar 90 menit itu menampilkan kondisi masyarakat di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi dalam menghadapi proyek strategis nasional.

Saat ini film tersebut diputar terbatas melalui diskusi publik di komunitas, kampus, dan kelompok warga. Namun, sejumlah agenda pemutaran diketahui mengalami pembubaran maupun penolakan izin.

Salah satunya terjadi di Ternate, Maluku Utara, pada Jumat (8/5). Kegiatan nobar dan diskusi dibubarkan prajurit Kodim 1501/Ternate.

Dandim 1501/Ternate Letkol Jani Setiadi mengatakan pembubaran dilakukan setelah muncul diskursus dan aduan di media sosial yang menilai film tersebut provokatif.

“Ini bukan pendapat pribadi saya. Jika tidak percaya, saya akan tunjukkan banyak sifat provokatif menurut masyarakat di media sosial,” kata Jani.

Penolakan juga terjadi di sejumlah kampus seperti Universitas Mataram, Universitas Islam Negeri Mataram, dan Universitas Mandalika.

Di Universitas Mataram, kegiatan dihentikan sebelum film diputar. Wakil Rektor III Universitas Mataram Sujita mengaku telah menonton film tersebut dan menilai isinya tidak layak diputar di lingkungan kampus karena dianggap mendiskreditkan pemerintah.

“Film ini kurang baik untuk ditonton, lebih baik nonton bareng sepak bola,” kata Sujita.

Sementara itu, rencana pemutaran dan diskusi film di Universitas Padjadjaran pada Sabtu (16/5) juga dikabarkan tidak mendapat izin.

Direktur Kemahasiswaan Unpad Inu Isnaeni Sidiq mengatakan penolakan dilakukan karena jadwal acara bertepatan dengan libur Kenaikan Isa Almasih dan cuti bersama.

“Kami minta jangan di hari libur dan cuti bersama. Kenapa? Karena staf kami juga harus libur,” ujar Inu. []

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

1.191 Situs Pialang Berjangka Ilegal Diblokir

RI 1: Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tidak gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun, termasuk MSCI, menyusul ancaman...

Alasan Prabowo Pertahankan Kabinet Gemuk

Alasan Prabowo Pertahankan Kabinet Gemuk

  ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyebutkan alasan di balik pembentukan kabinet dengan koalisi besar yang kerap dikritik terlalu...

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Ikuti Garis Politik Jokowi

  ASPEK.ID, JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif di tengah dunia yang penuh...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In