ASPEK.ID, BANDA ACEH – Dua Jamaah Calon Haji (JCH) Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 09-BTJ gagal diberangkatkan ke Tanah Suci akibat kondisi kesehatan yang menurun dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Kasubbag Humas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Darwin, mengatakan dua jamaah tersebut yakni Muhammad Waita nomor manifes 32 asal Aceh Selatan dan Ilyas Nanyek Muhammad nomor manifes 155 asal Aceh Selatan.
“Kedua jamaah dirujuk ke RSUZA karena kondisi kesehatan menurun sehingga tidak memungkinkan untuk diberangkatkan bersama kloter 09-BTJ,” kata Darwin, Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, kloter 09-BTJ awalnya berjumlah 393 jamaah dengan dua kursi kosong (open seat). Namun setelah dua jamaah dirujuk ke rumah sakit, jumlah jamaah yang diberangkatkan menjadi 391 orang.
Darwin menyebutkan, hingga saat ini sudah tiga jamaah yang dirujuk ke RSUZA setelah masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh akibat faktor kesehatan.
Selain itu, terdapat lima jamaah lainnya yang mengalami tunda atau batal berangkat sebelum masuk asrama haji. Penundaan tersebut disebabkan karena sakit maupun meninggal dunia.
“Jadi total sementara ada delapan jamaah yang tunda atau batal berangkat pada musim haji tahun ini,” ujarnya.
Sementara itu, PPIH Embarkasi Aceh mencatat jamaah haji Aceh yang telah tiba di Arab Saudi dari kloter 01 hingga kloter 08 berjumlah 3.138 orang.
“Alhamdulillah sampai saat ini jamaah yang sudah berada di Arab Saudi dalam keadaan sehat dan belum ada yang dirawat,” kata Darwin.
Kloter 09-BTJ sendiri terdiri atas jamaah asal Aceh Selatan, Nagan Raya, dan Aceh Jaya. Sesuai jadwal, kloter tersebut diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Kamis (14/5) pukul 17.25 WIB melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar. []























