ASPEK.ID, JAKARTA – Kapal yang mengangkut 37 warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia. Dalam insiden tersebut, 7 orang meninggal dunia, sementara 7 lainnya masih dinyatakan hilang.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan sebelumnya terdapat 14 WNI yang masih dalam pencarian usai kapal tenggelam pada Senin (11/5) pagi waktu setempat. Dari jumlah itu, 7 orang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Dari 14 WNI yang sebelumnya dalam proses pencarian, 7 orang telah ditemukan meninggal dunia, dan jasadnya saat ini berada di RS di Perak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh otoritas setempat,” kata Heni dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5).
Sementara itu, pencarian terhadap 7 korban lainnya masih dilakukan oleh tim SAR Malaysia. Kementerian Luar Negeri RI juga akan mengirim tim guna menelusuri keluarga korban yang diduga berasal dari Sumatera Utara.
Heni mengungkapkan sebagian besar korban tidak memiliki dokumen perjalanan resmi. Kondisi itu menjadi tantangan dalam proses pendataan dan identifikasi para korban.
“Hal tersebut untuk keperluan identifikasi korban yang selamat dan meninggal, serta pembuatan dokumen terkait untuk penanganan selanjutnya,” tutur Heni.
KBRI Kuala Lumpur disebut terus berkoordinasi dengan otoritas maritim Malaysia terkait penanganan para korban. Selain itu, KBRI juga akan membantu penyediaan layanan kekonsuleran dan dokumen perjalanan bagi para WNI yang selamat.
Kemlu RI kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jalur ilegal atau non-prosedural untuk bekerja maupun bepergian ke luar negeri.
Dari total korban selamat, sebanyak 23 WNI berhasil dievakuasi oleh tim SAR Malaysia. Mereka terdiri atas 16 laki-laki dan 7 perempuan dengan rentang usia 21 hingga 48 tahun.
Seluruh korban selamat saat ini telah dibawa ke Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh, Perak, sebelum diserahkan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan otoritas maritim Malaysia, para penumpang diduga berangkat dari Kisaran, Sumatera Utara, pada Sabtu (9/5). Mereka disebut hendak menuju sejumlah wilayah di Malaysia seperti Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur. []
























