ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) meminta maaf terkait polemik penggunaan busana adat Aceh oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam video ucapan menyambut Bulan Maria 2026 untuk umat Katolik.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengatakan pihaknya menghormati kritik yang disampaikan masyarakat Aceh terkait tayangan tersebut.
“Kami menghormati respons sebagian masyarakat Aceh terkait baju yang dikenakan Menag dalam rekaman video greetings Bulan Maria. Saran yang disampaikan menjadi masukan perbaikan di masa mendatang,” ujar Thobib, Rabu (13/5).
Thobib menegaskan penggunaan pakaian adat Aceh itu tidak dimaksudkan untuk merendahkan nilai budaya maupun religius masyarakat Aceh.
Ia menjelaskan video ucapan Bulan Maria direkam bersamaan dengan agenda Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026. Saat itu, Menag juga membuat video ucapan Hardiknas sebelum mengikuti upacara.
Menurutnya, Nasaruddin Umar memang mengenakan busana adat Aceh untuk upacara Hardiknas sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Aceh.
“Perlu kami sampaikan bahwa rekaman tersebut dilakukan bersamaan dengan persiapan upacara Hari Pendidikan Nasional. Saat itu, Menag didapuk menjadi Inspektur Upacara dan sesuai tema nasional, beliau mengenakan busana adat Nusantara, dalam hal ini baju adat Aceh,” jelas Thobib.
“Keputusan mengenakan baju Aceh dalam upacara Hardiknas adalah bentuk penghormatan Menag terhadap identitas budaya Serambi Mekkah pada momen nasional tersebut,” sambungnya.
Kemenag juga mengaku telah mengambil langkah perbaikan dengan merekam ulang video ucapan Bulan Maria tanpa mengenakan pakaian adat daerah.
“Kami juga mohon maaf atas hal ini. Menag juga sudah melakukan rekaman ulang greetings Bulan Maria dengan tidak mengenakan baju adat daerah,” ujarnya.
Sebelumnya, video Menag Nasaruddin Umar yang mengenakan pakaian adat Aceh saat menyampaikan ucapan Bulan Maria menuai kritik dari sejumlah kalangan di Aceh.
LSM Gadjah Puteh menilai penggunaan atribut adat Aceh dalam konteks tersebut tidak menghormati nilai syariat Islam dan marwah masyarakat Aceh.
Menurut mereka, pakaian adat Aceh bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga merepresentasikan identitas dan nilai religius masyarakat Aceh yang menerapkan syariat Islam. []












![[Video] Semeru Meletus, Luncurkan Awan Panas 4,5 KM](https://aspek.id/wp-content/uploads/2021/01/semeru-bnpb-75x75.jpeg)











