• Latest
  • Trending
Ganja Diusulkan Jadi Komoditas Ekspor, Ini Respon Istana

Provinsi di Nepal Legalkan Ganja untuk Medis

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka

Tim 9 Kejagung Periksa Febrie Adriansyah di Rutan KPK Hari Ini

PSIM Yogyakarta Rekrut Striker asal Paraguay

PSIM Yogyakarta Rekrut Striker asal Paraguay

Bisnis SMS dan Telepon Turun, Telkom Indonesia Masih Laba Rp 16,46 T

Telkom Tanam 20 Ribu Mangrove Perkuat Ekosistem Pesisir

Alasan Investor Global Lirik RI

Memanipulasi Gambar Prabowo  dengan AI, Polisi Tangkap Karyawan

Divpropam Mabes Polri Periksa Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Narkoba

Divpropam Mabes Polri Periksa Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Narkoba

Riset Dosen Universitas Pertamina Lahirkan Netrash, Permudah Administrasi Bank Sampah

Riset Dosen Universitas Pertamina Lahirkan Netrash, Permudah Administrasi Bank Sampah

Demi Jaga Daya Beli Jepang Potong Pajak Makanan Jadi 1 persen

Demi Jaga Daya Beli Jepang Potong Pajak Makanan Jadi 1 persen

Sampah Jakarta 9.059 Ton/Hari, Mayoritas Sisa Makanan

Gubernur DKI Jakarta: Pembuang Sampah Akan Diumumkan ke Publik untuk Efek Jera

Catat ini Penulisan HUT RI yang Benar

Catat ini Penulisan HUT RI yang Benar

Prabowo Minum Air Banjir Olahan BRIN

BRIN Ajukan Tambahan Dana Riset Rp 1 Triliun

Pulihkan 3.000 Faskes di Sumatera, Kemenkes Butuh Rp 529,3 Miliar

Menkes Audit Dugaan Nakes Hina Pasien BPJS

Arab Saudi Uji Coba Umrah 4 Oktober

BPS: Tingkat Kepuasan Jemaah Haji Indonesia 2026 Tertinggi Sejak 2019

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Agustus 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Provinsi di Nepal Legalkan Ganja untuk Medis

by Aspek
Agustus 6, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
Ganja Diusulkan Jadi Komoditas Ekspor, Ini Respon Istana

Ilustrasi ganja. [Foto: Muhammad Fadhil/Aspek.id]

Jakarta – Pemerintah Provinsi Gandaki di Nepal melegalkan budi daya dan penggunaan ganja untuk keperluan medis, meski kegiatan tersebut masih dilarang secara nasional.

Laporan Associated Press menyebutkan bahwa aturan itu mulai berlaku pada Senin (3/8/2026), setelah mendapat pengesahan dari kepala Provinsi Gandaki. Juru bicara Kantor Kepala Provinsi Gandaki, Prabin Poudyal, mengatakan aturan tersebut mengizinkan masyarakat menanam dan menggunakan ganja untuk kepentingan medis.

BacaJuga

Tim 9 Kejagung Periksa Febrie Adriansyah di Rutan KPK Hari Ini

PSIM Yogyakarta Rekrut Striker asal Paraguay

Telkom Tanam 20 Ribu Mangrove Perkuat Ekosistem Pesisir

Memanipulasi Gambar Prabowo  dengan AI, Polisi Tangkap Karyawan

Divpropam Mabes Polri Periksa Kapolresta Banda Aceh dan Kasat Narkoba

Riset Dosen Universitas Pertamina Lahirkan Netrash, Permudah Administrasi Bank Sampah

Petani yang ingin membudidayakan ganja harus memperoleh izin resmi dari pemerintah provinsi. Kegiatan mereka akan diawasi secara ketat.

Kebijakan Provinsi Gandaki itu bertentangan dengan aturan nasional yang melarang penanaman, kepemilikan, dan penggunaan ganja. Yang kedapatan memiliki ganja untuk digunakan sendiri dapat dijatuhi hukuman satu bulan penjara.

Sementara itu, orang yang mengedarkan atau menjual ganja terancam hukuman hingga 10 tahun penjara, bergantung pada jumlah ganja yang disita.

Gandaki merupakan satu dari tujuh provinsi di Nepal. Wilayah itu dikenal sebagai tempat sejumlah gunung dan jalur pendakian populer, serta kota wisata Pokhara.

Ganja merupakan tanaman asli Nepal dan memiliki kaitan erat dengan tradisi serta kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Para aktivis di negara itu selama ini mendesak pemerintah mengubah undang-undang agar penggunaannya diperbolehkan.

Ganja pernah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya dan kehidupan keagamaan masyarakat Nepal.

Namun, pada akhir 1970-an, Nepal mengikuti langkah sejumlah negara lain dengan melarang ganja. Pemerintah saat itu juga mengusir kaum hippie yang berbondong-bondong datang ke negara tersebut.

Dalam perayaan Shivaratri yang digelar setiap tahun pada musim semi, para penganut Hindu bebas mengisap ganja di kuil-kuil Dewa Siwa. Pihak berwenang biasanya membiarkan penggunaan ganja selama festival tersebut berlangsung.

Komentar
Share10Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Media China: Orang Aceh Ramah Senang Pesta

Media China: Orang Aceh Ramah Senang Pesta

Kasus turis Australia yang mabuk di Simeuleu Aceh mendapat perhatian dunia. South China Morning Post memuat catatan penulisnya ke  Aceh...

Jadi Pengusaha Ganja, Tyson  Dapat Rp7 Miliar/Bulan

Jadi Pengusaha Ganja, Tyson Dapat Rp7 Miliar/Bulan

Petinju Mike Tyson menghasilkan sekitar US$500.000 atau Rp7 miliar sebulan dari bisnis ganja. Dalam perusahaan yang dinamakan Iron Mike,  Tyson...

Mike Tyson Menyesal Tidak Pakai Ganja Sejak Dulu

Mike Tyson Menyesal Tidak Pakai Ganja Sejak Dulu

petinju dunia Mike Tyson menyesal tidak memakai ganja sejak dulu. Menurutnya, ganja membuatnya lebih tenang. "Ganja baik untuk dipakai latihan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In