• Latest
  • Trending
Ganja Diusulkan Jadi Komoditas Ekspor, Ini Respon Istana

Provinsi di Nepal Legalkan Ganja untuk Medis

Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan, Status Tersangka Gugur

Hakim Tak Terima Praperadilan Ketiga Roy Suryo

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Terima Setengah Gaji Pokok

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Operasi Ditutup, Keluarga Korban KMP Mutiara Masih Bertahan Cari Sanak Saudara

Operasi Ditutup, Keluarga Korban KMP Mutiara Masih Bertahan Cari Sanak Saudara

Budi Waseso: Sertifikat Pramuka Garuda Bisa Masuk TNI-Polri Tanpa Tes

Budi Waseso: Sertifikat Pramuka Garuda Bisa Masuk TNI-Polri Tanpa Tes

Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026, Tumbang Tipis dari Bulgaria

AFF Cup 2026: Indonesia Tak Punya Pilihan Selain Kalahkan Singapura

25,22 Juta Penduduk Indonesia Masih Miskin

Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Hampir 714 Ribu Jiwa

Menkop: Kopdes Merah Putih Wujud Pemikiran Soemitro

Setiap Kopdes Terima Fasilitas Senilai Rp 3 Miliar

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Kemenkeu Ambil Alih Kepemilikan 60 persen saham di Kereta Cepat Whoosh

Daily Economic Review: Profitabilitas Bank-Bank Besar Dianggap Masih Cukup Baik

Ekonom Ragukan Angka Pertumbuhan Ekonomi Versi Pemerintah

CPNS Buka Lowongan Kerja di 8 Instansi pada Juni

Mendagri: Tiga Solusi Pemda yang Sulit Bayar Gaji PPPK

Gelar RUPS, Ini Profil 3 Calon Dirut BTN

Purbaya Tambah Rp70 Triliun ke Bank Milik Negara

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Agustus 6, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Provinsi di Nepal Legalkan Ganja untuk Medis

by Aspek
Agustus 6, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
Ganja Diusulkan Jadi Komoditas Ekspor, Ini Respon Istana

Ilustrasi ganja. [Foto: Muhammad Fadhil/Aspek.id]

Jakarta – Pemerintah Provinsi Gandaki di Nepal melegalkan budi daya dan penggunaan ganja untuk keperluan medis, meski kegiatan tersebut masih dilarang secara nasional.

Laporan Associated Press menyebutkan bahwa aturan itu mulai berlaku pada Senin (3/8/2026), setelah mendapat pengesahan dari kepala Provinsi Gandaki. Juru bicara Kantor Kepala Provinsi Gandaki, Prabin Poudyal, mengatakan aturan tersebut mengizinkan masyarakat menanam dan menggunakan ganja untuk kepentingan medis.

BacaJuga

Hakim Tak Terima Praperadilan Ketiga Roy Suryo

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Terima Setengah Gaji Pokok

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Operasi Ditutup, Keluarga Korban KMP Mutiara Masih Bertahan Cari Sanak Saudara

Budi Waseso: Sertifikat Pramuka Garuda Bisa Masuk TNI-Polri Tanpa Tes

AFF Cup 2026: Indonesia Tak Punya Pilihan Selain Kalahkan Singapura

Petani yang ingin membudidayakan ganja harus memperoleh izin resmi dari pemerintah provinsi. Kegiatan mereka akan diawasi secara ketat.

Kebijakan Provinsi Gandaki itu bertentangan dengan aturan nasional yang melarang penanaman, kepemilikan, dan penggunaan ganja. Yang kedapatan memiliki ganja untuk digunakan sendiri dapat dijatuhi hukuman satu bulan penjara.

Sementara itu, orang yang mengedarkan atau menjual ganja terancam hukuman hingga 10 tahun penjara, bergantung pada jumlah ganja yang disita.

Gandaki merupakan satu dari tujuh provinsi di Nepal. Wilayah itu dikenal sebagai tempat sejumlah gunung dan jalur pendakian populer, serta kota wisata Pokhara.

Ganja merupakan tanaman asli Nepal dan memiliki kaitan erat dengan tradisi serta kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Para aktivis di negara itu selama ini mendesak pemerintah mengubah undang-undang agar penggunaannya diperbolehkan.

Ganja pernah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya dan kehidupan keagamaan masyarakat Nepal.

Namun, pada akhir 1970-an, Nepal mengikuti langkah sejumlah negara lain dengan melarang ganja. Pemerintah saat itu juga mengusir kaum hippie yang berbondong-bondong datang ke negara tersebut.

Dalam perayaan Shivaratri yang digelar setiap tahun pada musim semi, para penganut Hindu bebas mengisap ganja di kuil-kuil Dewa Siwa. Pihak berwenang biasanya membiarkan penggunaan ganja selama festival tersebut berlangsung.

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Media China: Orang Aceh Ramah Senang Pesta

Media China: Orang Aceh Ramah Senang Pesta

Kasus turis Australia yang mabuk di Simeuleu Aceh mendapat perhatian dunia. South China Morning Post memuat catatan penulisnya ke  Aceh...

Jadi Pengusaha Ganja, Tyson  Dapat Rp7 Miliar/Bulan

Jadi Pengusaha Ganja, Tyson Dapat Rp7 Miliar/Bulan

Petinju Mike Tyson menghasilkan sekitar US$500.000 atau Rp7 miliar sebulan dari bisnis ganja. Dalam perusahaan yang dinamakan Iron Mike,  Tyson...

Mike Tyson Menyesal Tidak Pakai Ganja Sejak Dulu

Mike Tyson Menyesal Tidak Pakai Ganja Sejak Dulu

petinju dunia Mike Tyson menyesal tidak memakai ganja sejak dulu. Menurutnya, ganja membuatnya lebih tenang. "Ganja baik untuk dipakai latihan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In