• Latest
  • Trending
Alasan RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah di 2024

Alasan RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah di 2024

Wapres Gibran Jenguk Siswa Keracunan MBG & Minta Maaf   

Demokrat: Pansus Ijazah Untungkan Wapres Gibran

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

16 Bandara di Papua Terdampak Kabut Asap Karhutla, Penerbangan Terganggu

Enam Dokter Internship Meninggal Dunia Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Danantara Siapkan Rp 1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Persis Solo Gelar TC di Garudayaksa Training Centre, Siap Uji Kekuatan dengan Tim Liga 1

Deltras FC Waspadai Kebangkitan Persis Solo

13 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik

Bahlil Ungkap 11 Ribu Desa di RI Belum Teraliri Listrik

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Mulai Menguat, Cek Harga Terbaru Hari Ini

PPh Perusahaan Turun 19%, Ini Syaratnya

Dampak Maklumat MSCI, IHSG Trading Halt Melemah 8%

Surya Paloh Kirim Sinyal Tolak Pemakzulan Wapres Gibran

Surya Paloh Kirim Sinyal Tolak Pemakzulan Wapres Gibran

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Usut Perusahaan yang Lakukan Karhutla di RI

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Pagi Jumat Rupiah Tembus Rp18.038/Dolar AS

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Langit Jakarta Berkabut Bukan Karena Karhutla

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

KPK Sita Rp800 Juta dari Hercules

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Alasan RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah di 2024

by Aspek
Desember 10, 2021
in BERITA TERBARU, EKONOMI, NEWS
Alasan RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah di 2024

Presiden Joko Widodo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah pada 2024. Hal tersebut mengingat Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan jumlah 207 juta jiwa atau 87 persen dari total penduduknya.

“Kita telah berkomitmen untuk menjadi pusat ekonomi syariah di tahun 2024 dan kita akan berusaha keras untuk itu,” ujar Presiden saat memberikan sambutan pada peresmian pembukaan Kongres Ekonomi Umat Ke-2 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2021 yang digelar di The Sultan Hotel and Residence, Jakarta, Jumat, 10 Desember 2021.

BacaJuga

Demokrat: Pansus Ijazah Untungkan Wapres Gibran

16 Bandara di Papua Terdampak Kabut Asap Karhutla, Penerbangan Terganggu

Danantara Siapkan Rp 1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Deltras FC Waspadai Kebangkitan Persis Solo

Bahlil Ungkap 11 Ribu Desa di RI Belum Teraliri Listrik

Harga Emas Antam Mulai Menguat, Cek Harga Terbaru Hari Ini

Untuk mencapai hal tersebut, kata Presiden, pemerintah akan berupaya keras untuk terus mengembangkan sejumlah sektor, yaitu industri halal, sektor keuangan syariah, sektor keuangan sosial syariah, hingga kewirausahaan syariah.

“Semuanya akan kita dorong karena memang kita ini adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan ini saya ulang-ulang terus di mana-mana mengenai ini agar negara lain tahu bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” jelasnya.

Ekonomi syariah Indonesia sendiri saat ini berada di peringkat keempat di dunia, meningkat dari posisi ke-9 pada tahun 2014 lalu. Jika pertumbuhannya bisa seperti yang saat ini terjadi, Presiden memperkirakan bahwa dalam tiga hingga empat tahun ke depan, ekonomi syariah Indonesia akan berada pada posisi dua besar.

Kepala Negara menambahkan, sejak 1 Desember 2021 Indonesia telah memegang keketuaan atau presidensi G20. Artinya, Indonesia memimpin kelompok negara-negara maju dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang masuk dalam 20 besar dunia. Saat ini, PDB Indonesia sendiri berada pada posisi 16 di dunia. Namun sejumlah lembaga seperti McKinsey, Bank Dunia, hingga IMF memprediksi Indonesia akan menjadi empat besar di 2040-2045.

“Tapi itu halangannya juga tidak kecil. Tantangannya juga bukan tantangan yang mudah. Ada syarat-syarat kita untuk mencapai ke sana sehingga perkiraan PDB kita saat itu 2040-2045 kurang lebih 23.000 sampai 27.000 income per kapita masyarakat kita. Sebuah angka yang sangat besar sekali tentu saja tapi itu butuh kerja keras kita semuanya,” tandasnya.

Terkait dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam keterangannya selepas acara, menyambut baik dan mendukung prediksi McKinsey tersebut. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama dan bersatu untuk mendukung dan mengakselerasi Indonesia Emas agar bisa tercapai lebih cepat, tidak di tahun 2040-205, tetapi di tahun 2030-2035.

“Kita harus percaya bahwa dengan sistem ekonomi Pancasila, kita akan bisa memajukan ekonomi rakyat, ekonomi bangsa, dan akan bisa membuat bangsa kita menjadi bangsa yang kompetitif dengan negara-negara lain di dunia,” tutur Anwar Abbas.

Turut mendampingi Presiden saat menghadiri acara tersebut yaitu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Komentar
Share124Tweet78SendShareShare22Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dua Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo

Jokowi: Setiap Negara Punya Sistem Pendidikan Berbeda-beda

ASPEK. ID, SOLO - Joko Widodo (Jokowi) menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal ketiadaan bukti ijazah SMA milik Wapres Gibran...

PTPN Siap Pasok 1 Juta Ton Sawit ke PLN

BPS: Faktor Ekonomi di 17 Provinsi Tumbuh di Atas Nasional

  ASPEK.ID, JAKARTA - Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan pertumbuhan ekonomi nasional dasarnya merupakan akumulasi dari kinerja ekonomi di...

Airlangga Bongkar Rahasia Ekonomi Vietnam Lebih Meleset dari RI

Airlangga Bongkar Rahasia Ekonomi Vietnam Lebih Meleset dari RI

  ASPEK.ID, JAKARTA -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Vietnam jauh lebih tinggi daripada Indonesia. Mulai...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In