ASPEK.ID, JAKARTA – PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, bebas banjir. Sejumlah persiapan dan perbaikan telah dijalankan agar banjir pada awal 2020 tidak berulang kembali.
Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma Marsma Pnb TNI Nandang Sukarna mengatakan Halim Perdanakusuma diperkuat dengan adanya mobil pompa air dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane sebagai amunisi untuk memastikan bandara bebas banjir.
“Atas dukungan dari Kementerian PUPR, mobil pompa dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane sudah datang di Bandara Halim Perdanakusuma pada 7 Februari. Kemudian, pada 8 Februari, mobil pompa sudah digunakan untuk mendukung Bandara Halim Perdanakusuma bebas banjir,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip, Minggu (14/2/2021).
AP II telah mengambil sejumlah langkah antisipasi untuk memperkuat sistem drainase di bandara tersebut sesuai arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat inspeksi ke Bandara Halim Perdanakusuma beberapa waktu lalu.
Director of Technic Angkasa Pura II Agus Wialdi mengatakan sistem drainase bandara saat ini sudah diperkuat dengan dua kolam resapan air yang ada di sisi utara dan sisi selatan.
“Kapasitas kolam resapan sudah ditingkatkan. Pada Januari – Februari 2020 selesai dilakukan pelebaran dan penambahan kolam penampung di sisi selatan. Lalu, pada November 2020 dilakukan kembali pelebaran dan pendalaman di kolam sisi utara dan sisi selatan,” kata Agus.
Lebih lanjut dia menuturkan, pada Februari 2021 kembali dilakukan pendalaman kolam selatan dengan penggalian menggunakan alat berat backhoe agar dapat menampung air lebih banyak.
Dengan saluran air di sisi utara tepatnya di sepanjang Taxiway C sampai ke area kargo juga telah dilebarkan dan dilakukan normalisasi.
Bandara Halim Perdanakusuma juga menerapkan prosedur baru untuk mengantisipasi banjir seperti melakukan pengecekan khusus di seluruh area ketika hujan turun lebih dari 1 jam.
Peningkatan frekuensi pembersihan sampah di area kolam penampung dan saluran drainase, serta koordinasi berkelanjutan dengan tim Kementerian PUPR dan Lanud Halim Perdanakusuma terkait sistem drainase.






















