ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyambut baik kerja sama dengan China ENFI Engineering Corporation (ENFI) yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) tentang proyek peleburan tembaga (smelter), yang akan dibangun di Fakfak, Papua Barat.
Bahlil berharap penandatanganan ini segera ditindaklanjuti untuk menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan.
BKPM dan ENFI akan berkolaborasi membantu dan mendukung rencana investasi dan pembangunan peleburan tembaga di Indonesia.
Kapasitas peleburan tembaga yaitu Katoda Tembaga 400 ribu ton per tahun yang akan dibagi menjadi dua tahap.
Dalam proyek ini, perusahaan akan melibatkan perusahaan lokal Indonesia sebagai mitra strategis, yakni PT Freeport Indonesia dan MIND ID.
“Setelah nota kesepahaman ini ditandatangani, saya minta kita tidak lama-lama proses implementasi. Nanti urusan perizinan dan insentif fiskal, BKPM yang akan bantu, selama proposal dari China ENFI adalah yang terbaik dan menguntungkan Freeport, China ENFI, dan Indonesia,” ungkap Bahlil dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4)
Kepala BKPM juga menyatakan keseriusan Indonesia mendukung rencana investasi tersebut dan menjamin ketersediaan suplai bahan baku yang akan disediakan oleh PT Freeport Indonesia minimal 800 ribu ton per tahun.
























