ASPEK.ID, JAKARTA – PT Barata Indonesia (Persero) melakukan ekspor komponen pembangkit listrik meski perekonomian dunia saat ini sedang mengalami krisis akibat pandemi Covid-19.
Perusahaan pelat merah tersebut mengekspor komponen pembangkit listrik ke tiga negara, yaitu Armenia pada bulan April, Bahrain bulan Juni dan Jerman di bhulan Juli.
Direktur Utama Barata Indonesia Fajar Harry Sampurno dalam keterangan resminya mengatakan, ekspor tersebut menjadi tren positif bagi industri manufaktur Indonesia karena masih mendapat kepercayaan untuk berpartisipasi dalam proyek pembangkitan di sejumlah negara.
Komponen pembangkit listrik yang diekspor yakni LP Outer Casing and Condenser untuk Steam Turbine pada Herne 6 (1 x 600) MW Combined-Cycle Power Plant (CCPP) di Jerman.
Ekspor kali ini sekaligus menambah daftar pasar global Barata Indonesia. Sepanjang tahun 2020 Barata Indonesia telah melakukan ekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Pakistan, Armenia dan Bahrain.
Sebelumnya, Barata Indonesia juga telah melakukan ekspor condenser & LP outer casing ke berbagai negara seperti Brasil, Argentina & Pakistan. Sementara dalam beberapa bulan ke depan, juga akan melakukan ekspor komponen turbin ke Australia, Korea Selatan, Brazil , Irak dan Jepang.
“Di tengah kondisi yang serba tidak pasti ini, kami masih bisa memainkan peran kami dengan baik di Industri manufaktur, dengan rutin melakukan ekspor untuk komponen pembangkit listrik maupun komponen kereta api,” kata Fajar Harry Sampurno, Senin (6/7).
Total ekspor komponen pembangkit listrik oleh Pabrik Komponen Turbin Barata Indonesia mencapai sekitar Rp133 miliar.
Fajar Harry Sampurno berharap angka tersebut terus meningkat hingga akhir tahun, dengan terus dilakukannya ekspor dari divisi lain yakni Divisi Foundry lewat produk dari komponen kereta api.
Dua set komponen pembangkit listrik tersebut akan digunakan pada proyek Herne 6 (1 x 600) MW Combined-Cycle Power Plant. Pembangkit Listrik tersebut memiliki kapasitas dari 600 MW dengan output uap 400 MW yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk wilayah Rhine-Ruhr di Jerman.






















