ASPEK.ID, JAKARTA – Pusat Logistik Berikat (PLB) Barata Inodonesia resmi beroperasi. Operasional pertama PLB tersebut ditandai dengan pemasukan barang import ex cargo yang dipergunakan untuk Pabrik Gula.
Seperti yang telah diketahui, sejak tahun lalu Barata Indonesia telah mengantongi izin dari Bea Cukai Jawa Timur untuk mendirikan PLB. Demikian keterangan resmi perusahaan yang dikutip, Kamis (27/5).
Dengan adanya PLB tersebut, perseroan dapat melakukan efisiensi serta memanfatkan kawasan tersebut guna menunjang kinerja perusahaan, terutama untuk produk – produk ekspor Barata Indonesia.
Manajemen Barata Indonesia lewat Divisi Business Development juga menggunakan lokasi tersebut sebagai lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat penerimaan barang untuk diolah serta dimanufaktur lebih lanjut baik oleh Barata Indonesia maupun perusahaan manufaktur lainnya di Jawa Timur.
Barata Indonesia berharap dengan beresminya operasional pertama PLB Barata Indonesia tersebut dapat mempercepat rantai logistik sehingga menjadi lebih efisien serta mampu meningkatkan kapasitas industri manufaktur di Jawa Timur.
Profil Singkat
PT Barata Indonesia (Persero) adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa EPC, konstruksi dan manufaktur.
Barata mengalami beberapa tahapan transformasi sejak berdiri. Berawal dari cikal bakal Perseroan NV BRAAT pada tahun 1924.
Pada 2018, PT Barata Indonesia (Persero) berhasil meraih pendapatan Rp 3,65 trilliun, laba bersih Rp 67,8 miliar dengan total asset sebesar Rp 4,55 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 1,2 triliun.





















