• Latest
  • Trending
Potensi Karbon Hutan Indonesia Kalahkan Amazon

Dukungan APBN 2022 untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Hidup Rendah

Kapolri Beberkan Kronologi Aksi Teroris Penyerang Mabes Polri

Eks Kapolri Tersangka Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Masyarakat Sumatera Barat Mulai Nikmati B30

Pemerintah Akan Bangun Storage Minyak di Sumatra untuk Cadangan 60 Hari

AP II Sediakan 100 Ruang UMKM di 19 Bandara

UMKM Serap 97 Persen Tenaga Kerja

6 Jenderal Bintang Tiga di Bursa Kapolri

Kapolri Rotasi & Mutasi 264 Pati dan Pamen Polri, 2 Polwan Naik Pangkat

Prajogo Pangestu Habiskan Rp 3,6 Triliun, Akuisisi Diler Mobil di Singapura-Malaysia

10 Orang Terkaya di RI Edisi November 2026

UMKM Terdampak Bencana Sumatera Bakal Dapat Lapak di Marketplace

Menteri UMKM Luruskan Pernyataan Hashim Pajak Wartel, Tukang Cukur, dan Pijat

6 Jenderal Bintang Tiga di Bursa Kapolri

Brimob Tangkap 2 Jenderal, ini Kata Mabes Polri

Jokowi: Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazahnya dan Gibran

Jokowi Hadir di Pengadilan, Polisi Siapkan Lokasi Parkir Terpisah untuk Dua Kubu

YLKI Minta Pembalut Jangan Dipajaki; Negara Harus Kreatif Gali Sumber Pajak

YLKI Minta Pembalut Jangan Dipajaki; Negara Harus Kreatif Gali Sumber Pajak

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

RI Impor Ratusan Kg Emas dari Jepang, Hong Kong dan UEA

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Pertamina Masih Bisa Impor Migas, Sebelum Turun Permen ESDM

Bentuk Aliansi Unit Bisnis Kelistrikan, Medco Gaet Kansai Electric

Medco Tebar Dividen Interim Rp544 Miliar

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, November 3, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Dukungan APBN 2022 untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Hidup Rendah

by Zamzami Ali
Oktober 1, 2021
in EKONOMI
Potensi Karbon Hutan Indonesia Kalahkan Amazon

Ilustrasi, suasana hutan hujan di salah satu sudut Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Subulussalam, Aceh. [Foto: Zamzami/Aspek.id]

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyoroti sejumlah isu lingkungan yang menjadi perhatian DPR RI namun tidak sinkron dengan dukungan anggaran dari APBN 2022.

Johan menilai, dari pendapat akhir pemerintah terlihat belum menempatkan porsi anggaran yang memadai untuk menjawab sejumlah persoalan lingkungan seperti dampak gas karbon, rumah kaca serta masalah sampah dan juga persoalan ketahanan maupun kedaulatan pangan.

Politisi Fraksi PKS ini berharap, pertumbuhan ekonomi yang dicapai dapat memberikan dampak positif terhadap perbaikan kualitas lingkungan hidup termasuk menopang lingkungan hidup yang sehat saat ini dan masa yang akan datang.

BacaJuga

10 Orang Terkaya di RI Edisi November 2026

Menteri UMKM Luruskan Pernyataan Hashim Pajak Wartel, Tukang Cukur, dan Pijat

RI Impor Ratusan Kg Emas dari Jepang, Hong Kong dan UEA

Medco Tebar Dividen Interim Rp544 Miliar

BPS: Indonesia Ekspor CPO ke Israel Senilai Rp261,06 Miliar

BPS: Surplus Perdagangan RI US$ 10,61 Miliar

“Pemerintah harus sadar bahwa saat ini kita sedang menghadapi persoalan emisi karbondioksida yang mencapai 2.300 juta ton dan terus terjadinya alih fungsi lahan hutan yang menjadi penyumbang utama dari emisi gas rumah kaca,” ujar Johan dalam berita rilisnya kepada Parlementaria, Jumat (1/10/2021).

Baca Juga: RUU APBN 2022 Dibawa ke Rapat Paripurna DPR

Johan menggarisbawahi pentingnya penyusunan APBN berwawasan lingkungan. Menurutnya harus ada indikator jelas terhadap indikator lingkungan hidup sebagai salah satu pilar dalam menentukan asumsi makro  dari RUU APBN setiap tahun.

“Saya melihat APBN yang berwawasan lingkungan sebagai sesuatu yang sangat penting sebab kerusakan lingkungan yang kita alami sudah sedemikian parah dan gangguan keseimbangan ekosistem perlu segera dipulihkan demi keseimbangan lingkungan yang asri agar hidup kita lebih nyaman,” ungkapnya.

Di sisi lain, Johan juga menyoroti persoalan darurat sampah yang semakin mengkhawatirkan. Untuk itu ia mendesak pemerintah berupaya keras dapat mengurangi sampah domestik  sebesar 30 persen dan mengurangi tingkat kebocoran sampah ke laut diupayakan mencapai 70 persen.

“Harus ada kebijakan tegas untuk mengendalikan produksi dan konsumsi yang menimbulkan sampah plastik berskala besar dan edukasi massif kepada masyarakat agar memiliki perilaku yang lebih ramah lingkungan dan punya kesadaran tinggi untuk mencintai lingkungan,” kata Johan.

Wakil rakyat dari dapil NTB ini mengingatkan pemerintah agar menyediakan daya dukung anggaran memadai untuk perbaikan kualitas lingkungan hidup. Ia meminta pemerintah memprioritaskan pembangunan sarana prasarana (sarpras) penanganan sampah. Seperti fasilitas penanganan sampah di lokasi prioritas, di destinasi wisata dan Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Baca Juga: Komisi IV Minta KLHK Serius Atasi Konflik Gajah dan Manusia

“Pemerintah juga perlu meningkatkan capaian pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga  dan sejenisnya, yang tahun lalu capaian pengurangan sampah hanya berkisar 18,48 persen atau kira-kira sekitar 6.187.202 ton per tahun,” tuturnya.

Johan menyebutkan bahwa pagu anggaran Lingkungan Hidup dan Kehutanan hanya berkisar Rp6,8 triliun untuk tahun 2022. Pemerintah harus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dengan indeks kualitas lingkungan hidup yang bisa mencapai 69,22 poin serta penurunan emisi gas rumah kaca yang terverifikasi pada sektor kehutanan dan limbah mencapai 17,22 persen.

“Saya selalu mendorong agar APBN kita disusun melalui pilar lingkungan hidup dan hutan yang semakin tanggap terhadap perubahan iklim serta pemanfaatan sumber daya hutan dan lingkungan yang sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan, mari kita selamatkan lingkungan menuju masa depan yang lebih gemilang,” tutup Johan Rosihan.

Komentar
Share31Tweet20SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kenapa Investor Tak Tertarik Investasi Hulu Migas?

Harga Minyak Naik US$1, APBN Tambah Beban Rp6 Triliun

  ASPEK.ID, JAKARTA -  Sekretaris Jenderal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan setiap kenaikan harga minyak US$1 per barel...

Erick Minta PLTS Terapung Cirata Ditiru di Seluruh Sungai Indonesia

Qodari: Bangun 15 PLTS, Bisa Hemat APBN Rp4,6 Triliun/Tahun

ASPEK.ID, JAKARTA - Indonesia bisa menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp4,6 triliun per tahun. Penghematam ini berasal...

Kalau Korporasi Hancur, Retail Juga akan Hancur

RAPBN 2027 Dibawa ke Paripurna Pekan Depan

ASPEK.ID, JAKARTA - Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 akan memasuki pembahasan tingkat II...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In