ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pandemi menjadi momentum berbenah untuk semua industri, termasuk industri media dan periklanan.
Erick Thohir menyebut bahwa adaptasi, inovasi, dan kolaborasi sebagai kata kunci utama perbaikan industri dalam menghadapi pandemi maupun pascapandemi.
Pendiri Mahaka Group itu menekankan seluruh perusahaan BUMN harus menjadi penyeimbang dalam ekonomi nasional.
BUMN tak sekadar menjadi lokomotif pembangunan, melainkan juga harus memastikan perusahaan berjalan dengan sehat sehingga bisa terus menggiatkan program-program yang dekat dengan rakyat, bahkan berkontribusi kepada negara melalui dividen.
“BUMN harus terus menjaga keseimbangan dengan era pasar terbuka saat ini,” ujar Erick dilansir Republika saat peluncuran Tanah Air Digital Exchange (Tadex) bertajuk “Melaju Bersama Untuk Ekosistem Digital Indonesia” di Jakarta, Selasa (29/6).
Erick mencontohkan kinerja apik himpunan bank negara (Himbara) atau Telkom Grup yang tetap bisa bersaing dengan pasar terbuka bersama perusahaan swasta dan asing.
“Saya mengharapkan kita harus jadi penyeimbang. Yes pasar terbuka, ada persaingan dengan perusahaan telekomunikasi lain, tetapi kita tidak memonopoli, kita berkompetisi secara sehat tanpa meninggalkan penugasan yang diberikan negara kepada kami, misalnya bagaimana kita terus membantu UMKM,” bebernya.
“Kemarin sudah disampaikan banyak menteri bahwa hilirisasi digital ekonomi, kita harus menjaga market, harus menjadi penyeimbang, dan UMKM. Kita juga harus menjaga konten lokal kita dan semua generasi muda yang harus mendapat harapan ke depannya,” lanjut Erick.
Erick menilai peluncuran Tadex merupakan wujud komitmen BUMN dalam menjadi kekuatan penyeimbang membangun ekosistem bersama swasta dan seluruh organisasi untuk menjaga fokus di masing-masing bisnis.






















