Gubernur Jambi Al Haris buka suara terkait peristiwa pengeroyokan seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 oleh sejumlah siswa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Insiden yang terjadi pada Selasa (13/1) tersebut viral di media sosial dan menuai beragam reaksi publik.
Menanggapi kejadian tersebut, Al Haris menegaskan, dirinya tidak ingin persoalan ini berkembang ke arah yang lebih luas dan memicu polemik berkepanjangan. Namun, ia menegaskan proses klarifikasi akan tetap dilakukan secara objektif dan adil.
Menurut Al Haris, apabila dalam hasil pemeriksaan nantinya ditemukan bahwa guru yang bersangkutan melakukan kesalahan, sanksi akan tetap diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, ia juga menekankan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan para siswa terhadap guru tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Tindakan siswa yang menghakimi guru jelas tidak dibenarkan. Itu mencoreng dunia pendidikan kita,” tegas Al Haris, dilansir dari Beritasatu.com, Kamis (15/1).
Gubernur Jambi menilai peristiwa tersebut merupakan hal yang sangat tidak baik dan menjadi peringatan serius bagi semua pihak di lingkungan pendidikan. Ia menekankan pentingnya menjaga etika, sikap saling menghormati, serta penyelesaian masalah melalui jalur yang tepat.
Al Haris menambahkan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, terdapat dugaan adanya perkataan dari guru yang menyinggung perasaan siswa. Namun, ia menegaskan, informasi tersebut masih perlu diklarifikasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Untuk itu, Al Haris menginginkan penyelesaian kasus ini dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan dan musyawarah, sehingga tidak semakin melebar dan menimbulkan dampak negatif yang lebih luas, baik bagi sekolah maupun dunia pendidikan secara umum.
“Harus duduk bersama, diselesaikan secara baik-baik. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Al Haris menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi akan segera mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut. Ia memastikan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi akan turun langsung ke lokasi guna melakukan pendalaman dan klarifikasi.
“Pada Kamis (15/1/2026), Dinas Pendidikan Provinsi Jambi akan mendatangi SMKN di Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk melihat langsung dan mendengarkan semua pihak,” kata Al Haris.
Ia berharap hasil dari pertemuan tersebut dapat memberikan gambaran utuh mengenai kronologi kejadian dan menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya. Al Haris juga mengingatkan seluruh pihak, baik guru maupun siswa, untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. []























