• Latest
  • Trending
World Bank Setujui Pinjaman RI USD 300 Juta

Indonesia Hutang pada Bank Dunia Rp4,94 Triliun untuk Proyek PLTA

Wapres Gibran Yakin Suahasil Nazara Mampu Perkuat Pengelolaan APBN

Wapres Gibran Yakin Suahasil Nazara Mampu Perkuat Pengelolaan APBN

Satgas Pangan Polri Terbitkan Edaran Pembatasan Penjualan Sembako

Tiga  Komoditas ini Memicu Inflasi Nasional 

Prabowo Copot Purbaya, Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Prabowo Copot Purbaya, Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Purbaya Ragu Anggaran MBG Rp 335 T Terserap Penuh, Efisiensi Jadi Opsi

Isu Reshuffle Mencuat, Purbaya dan Pratikno Dikabarkan Bakal Diganti?

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Purbaya Minta Pemda Tak Simpan Uang di Bank

SAR Masih Cari 140 Korban Kapal Virgo Transport 8 yang Hilang di Laut Jawa

Update KM Virgo: 114 Korban Dievakuasi, 129 Orang Masih Dicari

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Rupiah Menguat Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp 17.607

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Lagi, Segini Harganya

Klasemen Liga Inggris Usai Man City Bungkam MU

Klasemen Liga Inggris Usai Man City Bungkam MU

Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga di NTB

Pertamina Operasikan 25 SPBU 24 Jam Kurangi Antrean BBM

Dua Truk Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Media Asing Kupas Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Prabowo Dorong Negara BRICS Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan

Prabowo Bawa 3 Pesan Utama di KTT BRICS

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, September 15, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Indonesia Hutang pada Bank Dunia Rp4,94 Triliun untuk Proyek PLTA

by REDAKSI
September 11, 2021
in INFRASTRUKTUR
World Bank Setujui Pinjaman RI USD 300 Juta

[Bank Dunia/World Bank]

Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui hutang senilai US$ 380 juta atau Rp4,94 triliun (kurs US$14,300) untuk pengembangan PLTA pumped storage yang pertama di Indonesia.

Pembangunan PLTA ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik pada saat beban puncak, seraya mendukung transisi energi dan pencapaian tujuan penurunan emisi karbon negara ini.  

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui, di antaranya, pengembangan energi terbarukan, upaya konservasi energi, serta penggunaan teknologi energi bersih. Di samping itu, emisi yang terkurangi dari sektor energi didorong oleh berbagai aksi seperti misalnya pengadaan tenaga listrik oleh pembangkit energi baru dan terbarukan serta penerapan efisiensi energi,” ucap Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

BacaJuga

Warga Negara ini paling Suka Naik Whoosh

Brantas Abipraya Tutup 29 Entitas, Fokus Kembali ke Bisnis Kontraktor

500 Konsumen Pilih Hunian Perumnas di Danantara Housing Expo 2026

Menteri PU Targetkan Tol Trans Sumatra Tersambung Paling Lambat 2028

Purbaya: Kemenkeu Kelola Whoosh Mulai September

Danantara Siapkan 49 Ribu Rumah Subsidi

Lebih dari 80 persen tenaga listrik yang dihasilkan untuk jaringan listrik Jawa-Bali, yang menyediakan listrik bagi 70 persen penduduk Indonesia, berasal dari bahan bakar fosil.

Upaya penting untuk mendukung agenda dekarbonisasi Indonesia adalah pembangunan fasilitas penyimpanan energi yang memungkinkan integrasi sumber energi terbarukan ke dalam jaringan tenaga listrik. PLTA pumped storage memainkan peranan yang sangat penting pada pendekatan ini.

Pembiayaan ini akan mendukung pembangunan PLTA pumped storage di hulu sungai Cisokan yang berlokasi di antara Jakarta dan Bandung dengan kapasitas 1.040 MegaWatt (MW).

Fasilitas tersebut kelak memungkinkan penambahan kapasitas pembangkitan listrik yang signifikan untuk memenuhi kebutuhan pada saat beban puncak, memberikan kapasitas penyimpanan yang besar untuk memungkinkan diterimanya energi terbarukan dalam jumlah yang lebih besar lagi, serta, karena lokasinya yang dekat dengan dua pusat permintaan tenaga listrik yang besar, maka akan meringankan beban jaringan transmisi.

Sebagai hasilnya, penyediaan listrik yang lebih ramah lingkungan dan dapat diandalkan akan menguntungkan bagi konsumen di Jawa dan Bali.

“Kami menyambut baik proyek ini karena akan menjadi yang pertama bagi Indonesia. Proyek ini mencerminkan suatu titik balik dalam perjalanan menuju dekarbonisasi di Indonesia. Bank Dunia akan terus mendukung negara ini dalam berbagai upayanya untuk mencapai suatu pembangunan yang berketahanan, berkelanjutan, serta inklusif sehingga memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia pada saat ini maupun di masa yang akan datang,” kata Satu Kahkonen, Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste.

PLTA pumped storage memanfaatkan dua bendungan pada ketinggian yang berbeda. Pada saat permintaan tenaga listrik sedang rendah maupun ketika tersedia tenaga listrik yang melimpah dari sumber-sumber energi bersih, seperti misalnya tenaga surya, maka tenaga listrik dari jaringan digunakan untuk memompa air ke bendungan atas.

Tenaga listrik dihasilkan pada saat beban puncak, biasanya pada malam hari, dengan mengalirkan air menuju ke bendungan bawah melalui turbin air, ketika biaya pembangkitan listrik tinggi.

Baca juga: Analogi Hutang Indonesia, Bayi Lahir di Singapura Tanggung Hutang Rp700 juta, Bayi RI Rp14 Juta

Proyek ini akan membantu meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi sistem dengan menyeimbangkan antara pasokan dengan permintaan, dan oleh karenanya juga meningkatkan keandalan serta kualitas layanan listrik pada jaringan tenaga listrik Jawa-Bali.

Proyek ini juga bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam upaya mengintegrasikan berbagai energi terbarukan ke dalam jaringan tenaga listrik Jawa-Bali, serta melakukannya secara berkelanjutan, baik dalam konteks lingkungan maupun sosial.

Komentar
Share34Tweet21SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

BPS Jelaskan Perbedaan Garis Kemiskinan Bank Dunia dan Indonesia

      ASPEK.ID, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan penjelasan perbedaan angka garis kemiskinan Indonesia yang dirilis Bank...

Cara Cek Pajak Kendaraan Via WhatsApp

Bank Dunia: Separuh Perusahaan RI Lakukan Penggelapan pajak

Jakarta - Bank Dunia atau World Bank menemukan bahwa sekitar setengah dari perusahaan yang menjadi subjek Pajak Penghasilan (PPh) Badan...

Alasan Malaysia Jadi Tujuan Utama Pekerja Indonesia

Malaysia selangkah Lagi Jadi Negara Maju

Kuala lumpur - Pemerintah Malaysia mengklaim negaranya selangkah lagi menyandang status negara berpendapatan tinggi atau negara maju menurut Bank Dunia....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In