ASPEK.ID, JAKARTA – Rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), perusahaan berbasis riset kesehatan milik Universitas Gadjah Mada (UGM), resmi ditunda. Penundaan dilakukan karena hingga kini perseroan belum memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan pelaksanaan IPO baru dapat dilakukan setelah OJK menerbitkan pernyataan efektif. Selama izin tersebut belum keluar, jadwal penawaran umum berpotensi bergeser.
“Dalam rangka persetujuan untuk pernyataan efektif tentu harus menunggu hal itu dari OJK. Kalau itu belum diterima, maka ada kemungkinan pemunduran jadwal dimaksud,” kata Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Hasan menjelaskan masa berlaku proses pernyataan efektif SWAP telah berakhir pada 31 Agustus 2026. Karena itu, perusahaan harus melakukan penyesuaian dokumen dan mengajukan kembali proses IPO kepada OJK.
Menurutnya, setelah revisi dilakukan, perseroan dapat kembali melanjutkan proses untuk memperoleh pernyataan efektif sebelum saham dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Nanti tentu kepada yang bersangkutan ada siklus revisi penyesuaian yang diperlukan, kemudian pengajuan kembali untuk proses lebih lanjut dalam rangka mendapatkan pernyataan efektif dan persetujuan pencatatan di Bursa,” ujarnya.
Sebelumnya, PT Swayasa Prakasa Tbk telah menyampaikan surat penundaan IPO kepada BEI. Surat tersebut diterima bursa pada 1 September 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu menyebut penundaan dilakukan karena hingga batas waktu tersebut perseroan belum memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk melaksanakan penawaran umum.
“Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026 PT Swayasa Prakasa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melaksanakan penawaran umum,” kata Saidu dalam keterangannya.
Sebagai informasi, SWAP merupakan perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset yang dimiliki UGM. Dalam prospektusnya, perusahaan berencana melepas maksimal 323 juta saham baru atau setara 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran ditetapkan pada kisaran Rp 130 hingga Rp 140 per saham. Perseroan menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Melalui aksi korporasi tersebut, SWAP menargetkan dana segar maksimal sekitar Rp 45,22 miliar dari penawaran umum perdana saham. []















