• Latest
  • Trending
IPO Perusahaan Milik UGM Ditunda, Ini Alasannya

IPO Perusahaan Milik UGM Ditunda, Ini Alasannya

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Dam Haji Indonesia Sebanyak 5 Juta Kaleng Daging

Kejagung Jemput Paksa Kajari Sampang

Tim 9 Kejagung Periksa Febrie Adriansyah dan Nurman Herin di Kasus TPPU

Jamuan Makan Siang Bareng Prabowo, Putin Tawarkan Kerja Sama Kapal dan Nuklir

Jamuan Makan Siang Bareng Prabowo, Putin Tawarkan Kerja Sama Kapal dan Nuklir

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

Pesawat yang Ditumpangi Menhut Gagal Mendarat di Pontianak

Prabowo Minta Antisipasi Dampak El Nino, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

Lima Wilayah DKI Jakarta Terancam Kekeringan

Bank Syariah Aceh Palsukan Surat OJK

RUPSLB Bank Aceh Berhentikan Syahrul dari Direktur Operasional

Gledson Minta Persebaya Tak Main-main Lawan Penang FC: Layaknya Final

Persebaya Waspadai Strategi Pelatih Baru Bhayangkara FC di Laga Perdana

Pelita Air Tambah Rute Baru Balikpapan-Yogyakarta, ini Jadwalnya

Pelita Air Komit Jaga Maskapai Paling On-Time

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Ban Garuda Pecah saat Take Off di Jakarta ke Makkasar

Brantas Abipraya Kebut Selesaikan Bendungan Sepaku Semoi di IKN

Brantas Abipraya Tutup 29 Entitas, Fokus Kembali ke Bisnis Kontraktor

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Di Forum G20, BI Sebut 3 Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi

Kehalalan Produk Masih Ditetapkan MUI

MUI: Label No Pork No Lard Tak Bikin Makanan Halal

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, September 3, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

IPO Perusahaan Milik UGM Ditunda, Ini Alasannya

by Muhammad Fadhil
September 3, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
IPO Perusahaan Milik UGM Ditunda, Ini Alasannya

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi. Foto: Andi Hidayat

ASPEK.ID, JAKARTA – Rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), perusahaan berbasis riset kesehatan milik Universitas Gadjah Mada (UGM), resmi ditunda. Penundaan dilakukan karena hingga kini perseroan belum memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan pelaksanaan IPO baru dapat dilakukan setelah OJK menerbitkan pernyataan efektif. Selama izin tersebut belum keluar, jadwal penawaran umum berpotensi bergeser.

“Dalam rangka persetujuan untuk pernyataan efektif tentu harus menunggu hal itu dari OJK. Kalau itu belum diterima, maka ada kemungkinan pemunduran jadwal dimaksud,” kata Hasan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

BacaJuga

Dam Haji Indonesia Sebanyak 5 Juta Kaleng Daging

Tim 9 Kejagung Periksa Febrie Adriansyah dan Nurman Herin di Kasus TPPU

Jamuan Makan Siang Bareng Prabowo, Putin Tawarkan Kerja Sama Kapal dan Nuklir

Pesawat yang Ditumpangi Menhut Gagal Mendarat di Pontianak

Lima Wilayah DKI Jakarta Terancam Kekeringan

RUPSLB Bank Aceh Berhentikan Syahrul dari Direktur Operasional

Hasan menjelaskan masa berlaku proses pernyataan efektif SWAP telah berakhir pada 31 Agustus 2026. Karena itu, perusahaan harus melakukan penyesuaian dokumen dan mengajukan kembali proses IPO kepada OJK.

Menurutnya, setelah revisi dilakukan, perseroan dapat kembali melanjutkan proses untuk memperoleh pernyataan efektif sebelum saham dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Nanti tentu kepada yang bersangkutan ada siklus revisi penyesuaian yang diperlukan, kemudian pengajuan kembali untuk proses lebih lanjut dalam rangka mendapatkan pernyataan efektif dan persetujuan pencatatan di Bursa,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Swayasa Prakasa Tbk telah menyampaikan surat penundaan IPO kepada BEI. Surat tersebut diterima bursa pada 1 September 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu menyebut penundaan dilakukan karena hingga batas waktu tersebut perseroan belum memperoleh pernyataan efektif dari OJK untuk melaksanakan penawaran umum.

“Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026 PT Swayasa Prakasa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melaksanakan penawaran umum,” kata Saidu dalam keterangannya.

Sebagai informasi, SWAP merupakan perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset yang dimiliki UGM. Dalam prospektusnya, perusahaan berencana melepas maksimal 323 juta saham baru atau setara 30,30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga penawaran ditetapkan pada kisaran Rp 130 hingga Rp 140 per saham. Perseroan menunjuk PT Sukadana Prima Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Melalui aksi korporasi tersebut, SWAP menargetkan dana segar maksimal sekitar Rp 45,22 miliar dari penawaran umum perdana saham. []

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Jatuhkan 1.277 Sanksi ke Pelaku Pasar Modal, Denda Tembus Rp 327 Miliar

ASPEK.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan 1.277 sanksi administratif kepada pelaku pasar modal yang terbukti melanggar ketentuan di...

OJK Usul Kepemilikan Asing di Perusahaan Asuransi Naik Jadi 99%

OJK Usul Kepemilikan Asing di Perusahaan Asuransi Naik Jadi 99%

ASPEK.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusulkan kenaikan batas kepemilikan asing di perusahaan asuransi dari 80% menjadi 99%. Usulan...

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK: Paylater Bukan Produk Keuangan Buruk

ASPEK.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan target tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 98% pada 2045, sejalan dengan target...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In