ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose menerima kunjungan kerja dari CEO Caracal International LLC, Uni Emirat Arab, Hamad Al-Ameri beserta jajarannya pada Selasa, 2 Maret 2021 di kantor pusat Pindad Bandung.
Caracal International LLC adalah perusahaan senjata kecil yang berkantor pusat di Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, bertanggung jawab untuk memproduksi berbagai senjata kecil untuk digunakan oleh warga sipil, penegak hukum profesional, dan operator militer. Ini adalah anak perusahaan dari Tawazun Holdings.
Kegiatan ini juga didampingi oleh Kementerian Luar Negeri RI dan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan RI, yang diwakili oleh Analis Madya Subdit Prokema Ditekindhan Ditjen Pothan Kemhan, Kolonel Arh. Imanuel Pasaribu, S.IP beserta anggota.
Abraham Mose menyambut hangat dan mengapresiasi kunjungan Caracal. Dalam sambutannya, Abraham Mose memperkenalkan prospek Pindad kedepannya.
“Pindad merupakan salah satu perusahaan BUMN yang berada dibawah Kementerian BUMN dan bergerak di industri strategis untuk memproduksi persenjataan, pistol, kendaraan tempur, munisi, bahkan produk industrial seperti excavator.Kedepannya (Pindad) akan mengembangkan fasilitas produksi juga,” jelas Abraham dalam keterangan resmi yang dikutip, Rabu (3/3).
CEO Caracal International LLC, Hamad Al-Ameri menyampaikan rasa senang dan bangga dapat mengunjungi Indonesia, dan PT Pindad (Persero).
Dia menyampaikan bahwa Caracal menyambut langkah kerja sama dalam proyek dengan Pindad.
“Kami sangat bersemangat untuk menjalankan proyek-proyek dengan Pindad. Kami (Caracal) akan memberikan dukungan penuh bukan hanya dari manufakturnya, tetapi juga dukungan untuk perawatan, spare part, dan lain sebagainya. Hal ini juga dapat menjadi awal bagus untuk hubungan bilateral yang luar biasa,” jelasnya.
Setelah mendengar paparan singkat oleh VP Pengembangan Bisnis PT Pindad (Persero), Yayat Ruyat, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas produksi dan diskusi lanjutan terkait kerja sama.
Profil Singkat
PT Pindad (Persero) adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia.
Pada tahun 1808 didirikan sebuah bengkel peralatan militer di Surabaya dengan nama Artillerie Constructie Winkel (ACW), bengkel ini berkembang menjadi sebuah pabrik dan sesudah mengalami perubahan nama pengelola kemudian dipindahkan lokasinya ke Bandung pada tahun 1923.
Belanda pada tahun 1950 menyerahkan pabrik tersebut kepada Indonesia, kemudian pabrik tersebut diberi nama Pabrik Senjata dan Mesiu (PSM) yang berlokasi di PT Pindad sekarang ini. Sejak saat itu PT Pindad berubah menjadi sebuah industri alat peralatan militer yang dikelola oleh Angkatan Darat.
PT Pindad berubah statusnya menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nama PT. Pindad (Persero) pada tanggal 29 April 1983, kemudian pada tahun 1989 perusahaan ini berada di bawah pembinaan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS).
Kemudian pada tahun 1999 berubah menjadi PT Pakarya Industri (Persero) dan kemudian berubah lagi namanya menjadi PT Bahana Pakarya Industri Strategis (Persero).
Tahun 2002 PT BPIS (Persero) dibubarkan oleh Pemerintah, dan sejak itu PT. Pindad beralih status menjadi PT. Pindad (Persero) yang langsung berada di bawah pembinaan Kementerian. Tahun 2019, Pindad telah menghasilkan berbagai produk inovasi di bidang pertahanan dan keamanan (Hankam) seperti Medium Tank Harimau, R-Han 122B, Pistol Polimer, SSBA, SMB, MKB dan lain-lain.
Adapun di bidang produk industrial Pindad telah menghasilkan ekskavator berbagai varian, yang terbaru Excava 50 (5ton) dan Amphibious. Bisnis Industrial juga menghasilkan AMH-o, Gesits motor listrik, Paddy dryer, fire fighting vehicle dan berbagai alat mesin pertanian (Alsintan).



















