• Latest
  • Trending
Kelas Menengah dan Potensi Pasar China

Kelas Menengah dan Potensi Pasar China

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Anggaran MBG 2027 Diperkirakan Turun Jadi Rp 174 T

Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan, Status Tersangka Gugur

PT DKI Sunat Vonis 4 Terdakwa Korupsi Minyak Mentah, Jadi 7 dan 8 Tahun Penjara

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 2,9 Kg Emas Senilai Rp 7,25 M ke Malaysia

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 2,9 Kg Emas Senilai Rp 7,25 M ke Malaysia

Eks Kapolda Lampung Resmi Jabat Irjen Kemendag, Mendag Titip Pesan Ini

Eks Kapolda Lampung Resmi Jabat Irjen Kemendag, Mendag Titip Pesan Ini

Kisah Yusuf, Napi di Lapas Ciangir yang Raup Rp 800 Ribu Sebulan dari Beternak Ayam

Kisah Yusuf, Napi di Lapas Ciangir yang Raup Rp 800 Ribu Sebulan dari Beternak Ayam

Biosolar B50 Resmi Meluncur, Prabowo: RI Negara Pertama di Dunia yang Terapkan

Biosolar B50 Resmi Meluncur, Prabowo: RI Negara Pertama di Dunia yang Terapkan

Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Bui di Kasus ‘Jatah Preman’

Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Dituntut 8,5 Tahun Bui di Kasus ‘Jatah Preman’

Mapolda Metro Jaya Dijaga Ketat, Kendaraan Taktis Brimob Disiagakan

Mapolda Metro Jaya Dijaga Ketat, Kendaraan Taktis Brimob Disiagakan

IKN Memasuki Fase Kematangan: Konsep yang Kuat Harus Dikawal Implementasinya demi Masa Depan Indonesia

IKN Memasuki Fase Kematangan: Konsep yang Kuat Harus Dikawal Implementasinya demi Masa Depan Indonesia

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Sita SGD12 Ribu yang Diduga Dikembalikan Raja Juli kepada Bupati Kuansing

Polisi Sita Emas 74 Kg dan Uang Rp476 Miliar dari Rumah di Sentul

Polisi Sita Emas 74 Kg dan Uang Rp476 Miliar dari Rumah di Sentul

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Juli 9, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kelas Menengah dan Potensi Pasar China

by Zamzami Ali
Oktober 29, 2019
in BERITA UTAMA, EKONOMI, OPINI
Kelas Menengah dan Potensi Pasar China

[Foto: Istimewa]

Pertumbuhan ekonomi China sejak awal abad 21 diprediksi akan menyalip Amerika Serikat sebagai jawara ekonomi dunia dan hal ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh di negara yang terkenal dengan julukan Negeri Tirai Bambu itu. Hal ini dapat dilihat dari lonjakan jumlah warga negara yang tergolong sebagai warga kelas menengah.

Berdasarkan data McKinsey & Company, pada tahun 2022 jumlah warga kelas menengah China diprediksi mencapai 76 persen dari total penduduk China, atau setara dengan 550 juta jiwa. Mereka yang digolongkan kelas menengah berpenghasilan sebesar 9.000 sampai 34.000 dollar per tahun. Angka ini terbilang fantastis, padahal di tahun 2000 hanya empat persen populasi urban di China yang masuk kategori kelas menengah.

Generasi warga kelas menengah di China sekarang punya tren dan gaya hidup yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Kelas menengah China saat ini cenderung berorientasi konsumsi. Mereka lebih banyak membelanjakan uangnya dalam kebutuhan gaya hidup sehari-hari. Hal ini merupakan fenomena yang juga dialami warga negara kelas menengah lain di negara-negara maju, khususnya bagi negara yang mengalami lonjakan ekonomi secara signifikan seperti yang pernah dialami Korea Selatan.

Salah satu dampak ekonomi dari fenomena ini adalah meningkatnya nilai impor perdagangan China untuk memenuhi kebutuhan kelas menengah di dalam negeri.  Salah satunya adalah meningkatnya jumlah impor makanan dan minuman. Hal ini dipicu oleh kelas menengah yang mengalami tren konsumsi yang makin tinggi. Walhasil, produk makanan dan minuman impor yang dijual di kota-kota besar di China laris terjual.

BacaJuga

Biosolar B50 Resmi Meluncur, Prabowo: RI Negara Pertama di Dunia yang Terapkan

IKN Memasuki Fase Kematangan: Konsep yang Kuat Harus Dikawal Implementasinya demi Masa Depan Indonesia

Mabes TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata Jaga Rumah Jampidsus

Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Puluhan Prajurit TNI Bersenjata

Boeing 737 Hilang Kontak, Diduga Jatuh ke Laut

Mantan Dirut PTPN XI Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Proyek, Negara Rugi Rp645 Miliar

Pada awalnya impor berbagai makanan asing adalah untuk memenuhi kebutuhan ekspatriat (warga negara asing) yang bekerja di China. Namun warga kelas menengah China sekarang juga tertarik dengan makanan impor dari luar negeri. Mereka cenderung menginginkan ketersediaan makanan yang lebih bervariasi dalam hal jenis makanan. Makanan asing yang mempunyai rasa yang eksotis pun menjadi begitu diminati.

Peluang Ekspor ke China

Fenomena yang terjadi di China ini perlu dimanfaatkan dengan jeli oleh Indonesia, khususnya dalam melirik peluang ekspor makanan ke China. Selama ini, neraca perdagangan antara Indonesia dan China lebih didominasi oleh impor produk-produk China ke Indonesia. Untuk menciptakan keseimbangan dalam neraca perdagangan antara Indonesia-China, pemerintah perlu menggalakkan pelaku usaha dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar di China.

Berdasarkan data statistik, total impor makanan China mencapai 58,28 miliar dolar di tahun 2017, naik 25 persen setiap tahun. Sementara tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan selama lima tahun sebelumnya adalah 5,7 persen. Ini merupakan angka yang tergolong besar.

Sementara itu, jarak tempuh antara Indonesia dengan China yang cukup dekat serta beberapa jenis-jenis kerjasama yang telah terjalin antara kedua negara sebelumnya, sepatutnya memudahkan langkah Indonesia untuk bisa mendominasi pangsa pasar makanan di China

Uni Eropa selama ini tetap menjadi pemasok makanan terbesar bagi China. Diikuti oleh Amerika Serikat, Selandia Baru, Indonesia dan Kanada. Produk-produk seperti daging, minyak, susu, dan makanan laut adalah diantara jenis makanan impor yang paling populer di China.

Salah satu contoh peluang ekspor makanan ke Cina adalah buah-buahan. Beberapa tahun terakhir misalnya, impor buah Cina dari Amerika Latin mengalami peningkatan. Diantaranya adalah buah alpukat  yang di impor dari Meksiko, Chili dan Peru. Pada tahun 2017 saja, impor alpukat mencapai angka 30.000 ton.

Sebagai negara dengan laut terluas, sektor yang paling berpeluang untuk digarap guna memenuhi kebutuhan pangsa pasar Cina tentu saja adalah ekspor makanan laut. Nilai impor makanan laut Cina mencapai angka 11,9 miliar dollar di tahun 2018, mengalami lonjakan sebesar 40 persen dari tahun sebelumnya.

Lonjakan Kebutuhan Pangan Dunia

Berdasarkan data World Economic Forum, di tahun 2050 diperkirakan penduduk dunia akan berjumlah 9,8 miliar jiwa. Kebutuhan terhadap pangan dunia akan melonjak ditaksir hingga 60 persen dari kebutuhan pangan yang ada sekarang.

Namun permasalahan kebutuhan pangan dunia ini juga diikuti oleh banyak masalah lainnya seperti perubahan iklim, urbanisasi dan makin sedikitnya jumlah lahan pertanian. Masalah pangan dunia sebenarnya adalah peluang bagi Indonesia yang masih memiliki ketersediaan lahan yang cukup.

Ironis apabila Indonesia tidak melihat kenyataan ini dengan melakukan upaya mensinergikan industri pangan dalam negeri dengan strategi perdagangan untuk menginvasi pangsa pasar luar negeri.

Kita tentu berharap pemerintah mampu menggenjot industri  dalam negeri, baik pertanian, perikanan, maupun produk makanan olahan dalam upaya penyediaan kebutuhan pangsa pasar pangan di beberapa negara seperti China, maupun kebutuhan dunia secara umum.

Meski pemerintah sedang mengetengahkan wacana revolusi industri 4.0 yang berbasis hi-tech, bukan berarti kita mengabaikan peluang besar dalam sektor pangan. Bahkan kemajuan dalam teknologi informasi yang meningkatkan konektivitas dan interaksi global harus mampu menopang sektor industri pertanian dan perdagangan produk yang telah ada sebelumnya.

Jakarta, 29 Oktober 2019

Oleh: Jabal Ali Husin Sab

*Penulis adalah esais, pelaku wirausaha, pegiat di komunitas intelektual Menara Putih.

Komentar
Share129Tweet50SendShareShare14Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Robot Polisi China Mulai Bertugas, Deteksi Pelanggaran & Tilang Otomatis

Robot Polisi China Mulai Bertugas, Deteksi Pelanggaran & Tilang Otomatis

Teknologi masa depan kini benar-benar hadir di jalanan. Sebuah robot polisi lalu lintas inovatif pertama kali ditempatkan untuk bertugas di...

5 Produk Ekspor Dengan Pertumbuhan Positif Tertinggi

RI Marak Impor China, Kemendag Tidak Mau Jadi Kambing Hitam

Jakarta -  Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak mau disalahkan atas banjirnya produk impor di dalam negeri. Klaim itu didasari oleh tindakan...

Warga China Gasak Tambang Emas  di Ketapang Sedalam  1,6 Km

WNA China Gasak Tambang Emas  di Ketapang Sedalam  1,6 Km Jakarta -  Warga Negara Asing (WNA) China melakukan aktivitas pertambangan...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Resmi Ditahan KPK

Prabowo Sedih Copot Dadan Cs dari BGN

Anggaran MBG 2027 Diperkirakan Turun Jadi Rp 174 T

Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan, Status Tersangka Gugur

PT DKI Sunat Vonis 4 Terdakwa Korupsi Minyak Mentah, Jadi 7 dan 8 Tahun Penjara

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 2,9 Kg Emas Senilai Rp 7,25 M ke Malaysia

Bea Cukai Aceh Gagalkan Penyelundupan 2,9 Kg Emas Senilai Rp 7,25 M ke Malaysia

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In