ASPEK.ID, JAKARTA – Covid-19 mempengaruhi pengusaha UMKM dan diyakini UMKM akan kembali bangkit. Demikian juga koperasi yang perlu diperkuat dengan digitalisasi sehingga mempercepat langkah pemulihannya.
“UMKM terkena dampak luar biasa di tengah pandemi, di mana 90% mengalami kemandegan dan 50% di antaranya mengalami kesulitan finansial. APBN dan ekonomi penting di luar kesehatan dan jaring pengaman sosial, di mana UMKM perlu mendapat pinjaman baru, bantuan LPDB untuk koperasi adalah langkah yang bisa dilakukan,” ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemkop dan UKM), Rully Indrawan dalam webinar Meneropong Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Bidang Ekonomi Kerakyatan, Jumat (30/10/2020).
Rully menegaskan pemerintah telah menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam program tersebut pemerintah mengalokasikan sebesar Rp 123,46 triliun untuk sektor UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.
Di mana, pemerintah mengalokasikan dana untuk Banpres Produktif UMKM sebesar Rp 28,8 triliun. Dalam program ini pelaku UMKM diberi dana hibah sebesar Rp 2,4 juta. Hingga 20 Oktober 2020 telah terealisasi Rp 21,98 triliun.
“Saat ini sudah terealisasi hampir 70% untuk 12 juta dan pembukaan pendaftaran masih sampai November. Di akhir November pendaftaran sudah mulai terkumpul dan mudah-mudahan di bulan Desember semua untuk 12 juta ini sudah bisa terealisasi,” sebut Rully.
Menurutnya, dalam satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo terjadi pengembangan kerjasama antara Kementerian/Lembaga (K/L) untuk pengembangan koperasi dan UMKM. Adapun 99% pelaku UMKM dan 97% bekerja di UMKM.
UMKM, jelas Rully, amat berperan penting dan telah menghidupi jutaan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari hari. Namun saat ini menjadi yang terdampak luar biasa, sehingga perlu sebuah tindakan untuk menggairahkan sektor ini kembali.















