• Latest
  • Trending
Kisah Pelik TNI AU Evakuasi 26 WNI dan 7 WNA di Afghanistan

Kisah Pelik TNI AU Evakuasi 26 WNI dan 7 WNA di Afghanistan

Kejagung Telusuri Aset Eks Stafsus Nadiem Meski Masih Buron

Kejagung Limpahkan Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra ke Kejari Jakpus

Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda Lulusan IPDN Angkatan XXXIII

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Ditutup 30 Agustus, Ini Daftar Kampus yang Masih Sepi Peminat

Adhi Karya Ajukan PMN Rp 3 Triliun untuk 2021

BEI Suspensi Saham ADHI Imbas Tunda Bayar Bunga Dua Obligasi

Survei Indikator: Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Bursa Capres

Gerindra Jabar Buka Suara soal Rumor Dedi Mulyadi Hijrah ke PSI

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta

Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Siaga Tempur, 600 Prajurit TNI dan 5 Kapal Perang ke Natuna

TNI Kerahkan 8.012 Prajurit dan 27 Alutsista untuk Penanganan Gempa NTT

Pandemi Tak Hilangkan Makna & Kesyahduan Ramadan

Pramono Luruskan Isu Soal Tarif Parkir Mobil Jakarta Naik Rp 60 Ribu per Jam

Jelang 100 Hari, Begini Penilaian Prabowo Terhadap Kabinetnya

Prabowo Kumpulkan Kepala BIN hingga Menhan di Hambalang, Ini yang Dibahas

Persis Solo Gelar TC di Garudayaksa Training Centre, Siap Uji Kekuatan dengan Tim Liga 1

Jelang Championship, Ricky Nelson Siapkan Senjata Baru Persis Solo

Prabowo ke Riau, Pastikan Karhutla Padam

Prabowo ke Riau, Pastikan Karhutla Padam

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Mengapa Gen Z Terlihat Lebih Tua Namun Milenial Awet Muda?

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kisah Pelik TNI AU Evakuasi 26 WNI dan 7 WNA di Afghanistan

by Zamzami Ali
Agustus 21, 2021
in NEWS
Kisah Pelik TNI AU Evakuasi 26 WNI dan 7 WNA di Afghanistan

WNI asal Afghanistan yang berhasil dievakuasi TNI AU. [Foto: Setkab]

Pemerintah berhasil melakukan evakuasi 26 warga negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan. Pesawat Boeing 737-400 milik TNI Angkatan Udara yang membawa WNI tersebut tiba di Pangkalan TNI Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (21/08/2021), sekitar pukul 03.09 WIB dini hari.

Kedatangan tersebut disambut oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Dengan mengucap rasa syukur yang luar biasa, alhamdulillah pada dini hari ini warga negara Indonesia dari Afghanistan telah berhasil kita evakuasi dan baru saja tiba dengan selamat di Jakarta,” ujar Menlu saat memberikan keterangan pers.

BacaJuga

Kejagung Limpahkan Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra ke Kejari Jakpus

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Ditutup 30 Agustus, Ini Daftar Kampus yang Masih Sepi Peminat

BEI Suspensi Saham ADHI Imbas Tunda Bayar Bunga Dua Obligasi

Gerindra Jabar Buka Suara soal Rumor Dedi Mulyadi Hijrah ke PSI

Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dibawa ke Jakarta

Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Sebanyak 26 WNI yang dievakuasi terdiri dari 16 staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kabul dan 10 WNI lainnya. Turut dievakuasi dua orang warga negara Afghanistan, yaitu satu orang suami dari salah satu WNI dan satu orang lainnya adalah staf lokal di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kabul. Selain itu, terdapat juga lima warga negara Filipina.

“Pemerintahnya meminta bantuan untuk ikut diangkut dalam misi evakuasi Indonesia. Bantuan membawa warga negara asing dalam misi evakuasi bukan pertama dilakukan. Ini merupakan kewajiban kemanusiaan yang harus dilakukan,” ujar Menlu.

Selanjutnya, seluruh penumpang pesawat akan menjalankan prosedur sesuai dengan protokol kesehatan perjalanan internasional pada masa pandemi COVID-19.

“Semua evacuee dan seluruh anggota tim evakuasi akan langsung menjalani protokol kesehatan sesuai aturan ketibaan dari luar negeri,” kata Retno.

“Proses ini benar-benar sebuah proses yang tidak mudah dan memerlukan koordinasi yang kuat. Saya ingin menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang diberikan oleh pemerintah dan otoritas India, Sri Lanka, Pakistan, Amerika Serikat, NATO, Turki, Norwegia, dan Belanda,” tambahnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Retno kepada tim evakuasi yang telah berhasil menjalankan misinya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Panglima TNI dan jajarannya, KaBIN dan jajarannya, dan tentunya kepada seluruh tim evakuasi yang terdiri dari unsur Kementerian Luar Negeri, TNI, dan BIN. You did it guys,” pungkasnya.

Senada dengan Menlu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa misi evakuasi ini berhasil berjalan dengan aman dan lancar berkat kerja sama yang dilakukan oleh jajaran terkait.

“Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia atas keberhasilan misi evakuasi warga negara Indonesia di Kabul yang tidak ringan karena banyak permasalahan di lapangan yang kita hadapi, dinamika di lapangan yang kita hadapi. Namun semua bisa dilaksanakan dengan baik berkat kerja sama antar kementerian dan lembaga sehingga operasi ini bisa berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Panglima TNI

Proses Evakuasi

Pesawat TNI Angkatan Udara yang akan melaksanakan misi evakuasi bertolak dari Pangkalan TNI Halim Perdanakusuma, Rabu (18/08/2021), sekitar pukul 06.00 WIB, dengan rute Jakarta – Aceh – Kolombo (Sri Lanka) – Karachi (Pakistan) – Islamabad (Pakistan) -Kabul (Afghanistan).

“Dari awal keberangkatan, pesawat memang dirancang untuk bermalam di Islamabad. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan bahwa penerbangan Islamabad – Kabul sangat pendek, yaitu sekitar satu jam atau kurang dari satu jam, dan pesawat dapat bergerak cepat jika kesempatan landing [di Kabul] diberikan sewaktu-waktu,” terang Menlu.

Dalam proses evakuasi ini, imbuhnya, pemerintah melakukan sejumlah hal secara paralel, di antaranya proses pemberangkatan pesawat serta pengurusan perizinan seperti izin lintas udara dan pendaratan.

Pesawat evakuasi mendarat di Islamabad pada Rabu (18/08/2021) sekitar pukul 22.27 waktu setempat.

“Koordinasi terus dilakukan untuk mengurus izin landing pesawat di Bandara Hamid Karzai, Kabul. Semula kita sudah berhasil mendapatkan slot pendaratan untuk 19 Agustus pagi, sekitar pukul 04.10. Namun, izin tersebut kemudian ditarik dan ditunda karena adanya perkembangan lapangan yang tidak kondusif,” jelas Menlu.

Perubahan yang sangat cepat tersebut, imbuh Retno, menggambarkan dinamika di lapangan yang terus berubah. Dengan perkembangan tersebut, pemerintah kembali mengurus izin untuk mendapatkan izin pendaratan baru di Kabul.

“Tanggal 20 Agustus 2021 dini hari, diperoleh informasi izin landing yang baru. Tim evakuasi langsung melakukan persiapan dan pesawat TNI Angkatan Udara berangkat menuju Kabul pada 20 Agustus sekitar pukul jam 04.10 dan tiba di Kabul 05.17 waktu setempat,” terangnya.

Setiba di Kabul, lanjut Menlu, kembali terjadi dinamika sehingga pesawat evakuasi yang semula direncanakan hanya berada di kota tersebut selama 30 menit akhirnya memerlukan waktu evakuasi selama kurang lebih dua jam.

Sekitar pukul 07.10 waktu Kabul, pesawat kembali terbang menuju Islamabad dengan membawa 33 orang yang berhasil dievakuasi. Pesawat tersebut mendarat di Islamabad sekitar pukul 08.11 waktu setempat untuk melakukan pengisian bahan bakar.

Setelah itu, pesawat kembali terbang menuju ke Tanah Air, menggunakan rute yang sama dengan rute keberangkatan.

“Alhamdulillah, pesawat TNI Angkatan Udara sudah tiba kembali di Bandara Halim Perdanakusuma pada pagi hari ini 21 Agustus 2021,” ujar Menlu menutup penjelasannya.

Misi evakuasi ini dipimpin oleh Letkol Pnb Ludwig Bayu, Mayor Pnb Mulyo. Awak lainnya adalah Kapten Pnb Sang Made. K.Y, Lettu Pnb R.P. Pratama. A, Lettu Pnb Andhika, Letda Tek Suparno, Letda Tek Yusuf Affandi, Letda Andromeda.

Awak pesawat lainnya terdiri dari Serka Priyan Wahyu, Serka Riyan Agieta, Serka Budi R dan Pratu Yulio A.Selain itu utk pengamanan juga diturunkan 6 personel Satbravo-90 Paskhas.

Komentar
Share68Tweet43SendShareShare12Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

ASPEK.ID, MAKASSAR - Satu unit pesawat tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara (AU) mengalami insiden keluar dari landasan pacu (overrun)...

BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

  ASPEK.ID, JAKARTA-  Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan menyiagakan pesawat Casa NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...

6 Jet Tempur F-16 Milik AS Latihan Bersama TNI AU

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Pangkalan Pesawat Tempur TNI AU

ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyiapkan Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, sebagai pangkalan pesawat tempur TNI Angkatan Udara...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In