ASPEK.ID, JAKARTA – Komisi XI DPR RI mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Jumat (23/1). Kandidat pertama yang menjalani proses tersebut adalah Solikin M. Juhro.
Saat ini, Solikin menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, posisi strategis yang berperan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Ia merupakan salah satu pejabat karier BI dengan pengalaman panjang di bidang kebijakan moneter dan ekonomi makro.
Solikin mengawali kariernya di Bank Indonesia sejak 1994. Sepanjang perjalanannya, ia pernah dipercaya memimpin Institut Bank Indonesia (2017–2022) serta menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2022–2023).
Dari sisi akademik, Solikin memiliki latar belakang ekonomi yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Bidang Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Airlangga pada 1991.
Mengutip laman Universitas Airlangga, semasa kuliah Solikin dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Ia tercatat pernah menjadi anggota Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi, menjabat wakil ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sepak Bola, serta menjadi ketua Himpunan Mahasiswa IESP hingga menjelang kelulusan.
Pendidikan pascasarjananya ditempuh di luar negeri. Solikin meraih gelar Master of Applied Economics dari University of Michigan pada 1998, kemudian melanjutkan studi dan memperoleh gelar Master bidang Economics dari University of Maryland pada 2001. Ia menuntaskan pendidikan doktoralnya di Bidang Economics Monetary Universitas Indonesia pada 2005.
Dengan kombinasi pengalaman birokrasi, perumusan kebijakan, serta latar akademik internasional, Solikin menjadi salah satu kandidat kuat dalam bursa calon Deputi Gubernur BI yang tengah diuji DPR. []
























