• Latest
  • Trending

Mati Lampu? Powerhouse Karya Anak Bangsa ini Bisa Jadi Solusi

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Menkeu: Utang Whoosh Dicicil Selama 80 Tahun

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Helikopter Chinook Jepang Tangani Karhutla di Kalimantan

Helikopter Chinook Jepang Tangani Karhutla di Kalimantan

Kata Purbaya Usai Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi BI

Purbaya: Ada Rp 100 Triliun Uang Pemda tidak Terpakai

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal Lewat Selat Sunda Diminta Waspada

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

Demokrat: Semeru Meletus Tanpa Peringatan Dini; Panggil Menteri ESDM

Daftar 11 Gunung Api yang Erupsi Selama 2026

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Erupsi Anak Krakatau Bisa Bikin Maskapai Rugi hingga Rp19 Miliar Sehari

Pemerintah Buka Rekrutmen 250 Ribu Agen Perlinsos, Ini Tugasnya

Pemerintah Buka Rekrutmen 250 Ribu Agen Perlinsos, Ini Tugasnya

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal Lewat Selat Sunda Diminta Waspada

BMKG Ungkap Sebaran Abu Anak Krakatau Bergerak Menjauhi Wilayah Indonesia

STY Ungkap Tantangan Persija Usai Libur Panjang Jelang Piala Presiden

Shin Tae-yong Yakin Persija Lebih Ganas Saat Jamu Persib

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Gaji Menteri di Singapura Rp22 Miliar/Tahun

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

3.450 Jamaah Umrah Tertunda ke Baitullah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, September 9, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mati Lampu? Powerhouse Karya Anak Bangsa ini Bisa Jadi Solusi

by REDAKSI
Agustus 21, 2019
in BERITA UTAMA, LIFESTYLE

ASPEK.ID – Ketersediaan dan akses layanan energi listrik sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat saat ini. Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Indonesia akan menembus di angka 99% hingga akhir tahun 2019, naik dari rasio elektrifikasi pada tahun lalu yang telah mencapai 98,30%.

Namun demikian, kadangkala ada beberapa masalah yang menyebabkan pelanggan harus mengalami pemadaman listrik. Misalnya yang beberapa waktu lalu dialami di kawasan Jawa bagian Barat. Kejadian ini memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat luas baik itu dari sisi ekonomi maupun sosial.

Melihat kondisi tersebut, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), sebagai salah satu unit litbang di bawah Balai Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, menghadirkan solusi inovasi produk penyimpan energi listrik (powerhouse) yang diberi nama B4TPowerHouse.

BacaJuga

3.450 Jamaah Umrah Tertunda ke Baitullah

Intelektual Apresiasi Kunker Wapres Gibran ke Wilayah Terdampak Bencana Alam

382 Jemaah Umrah ke Soekarno-Hatta, Turun di Aceh

Dampak Abu Anak Krakatau, Jemaah Umrah Tertunda ke Baitullah

Gubernur Jakarta Pramono Minta Warga Terapkan 5M Hadapi Abu Vulkanik

Bandara Soetta Ditutup Hingga Pukul 13.30 WIB

“Produk ini mempunyai fungsi untuk menyimpan daya seperti powerbank, namun dengan kapasitas penyimpanan yang jauh lebih besar. Inovasi ini memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan energi listrik yang praktis dan siap digunakan kapan saja dan di mana saja, terutama pada kondisi darurat,” kata Kepala BPPI Kemenperin, Ngakan Timur Antara di Jakarta.

B4TPowerHouse mempunyai kapasitas 20.000 mAh dan dapat ditingkatkan sesuai dengan pesanan. Masukan untuk pengisian adalah 12 -17 VDC dan dapat dilakukan dari adaptor PLN maupun dari sumber energi baru terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sedangkan, keluarannya dapat berupa arus searah bertegangan 5 VDC dan arus bolak-balik bertegangan 220 VAC.

B4TPowerHouse dapat dimanfaatkan untuk perangkat elektronik seperti lampu, laptop, charging gadget dan lain sebagainya. Pengisian tergantung kapasitas dan kondisi baterainya, yang biasanya 2-3 jam, dan dapat menyalakan lampu LED sampai lebih dari lima hari.

“B4TPowerHouse dapat dibawa ke mana-mana karena desainnya seperti tas koper kecil yang praktis dan ringan sekitar 2 kilogram, serta tahan hujan,” ungkap Kepala B4T Budi Susanto. Inovasi ini merupakan salah satu dari upaya B4T dalam pengembangan teknologi yang berbasiskan baterai ion lithium.

Menurutnya, baterai ion litium pada saat ini merupakan baterai yang sangat canggih karena mampu menyimpan energi listrik yang besar pada ukuran dan berat baterai yang lebih ringan dari jenis baterai lainnya.

“Penelitian dan pengembangan ini akan memanfaatkan sumber daya mineral lokal Indonesia yang kaya, dan dibangun oleh para peneliti Indonesia yang tangguh,” ujarnya. Selain itu, inovasi ini merupakan prioritas riset nasional dan sejalan dengan kebijakan pemerintah, yaitu Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) serta Making Indonesia 4.0 untuk sektor prioritas seperti industri otomotif dan elektronika.

“Diharapkan dengan kemajuan pengembangan teknologi ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan ketersediaan listrik yang andal dan ekonomis,” imbuhnya.

Budi menceritakan, awal pengembangan produk B4TPowerHouse untuk menjawab permasalahan kebutuhan energi di daerah-daerah yang belum terjangkau aliran listrik. Ke depannya, produk ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk dijadikan sebagai sumber energi bagi kebutuhan yang lebih luas.

B4T juga mengembangkan beberapa varian produk baterai lainnya dengan kapasitas serta fungsi penggunaan yang berbeda-beda. Produk-produk baterai ini meliputi baterai telepon genggam yang memiliki kapasitas 2.000 mAh, powerbank dengan kapasitas sebesar 7.000 mAh, serta baterai untuk motor listrik.

Adapun penelitian tentang pengembangan produk-produk baterai ini sudah dilakukan sejak tahun 2013. Penelitian ini pada mulanya difokuskan pada pengembangan sel baterai, lalu dilanjutkan dengan pengembangan dari masing-masing produk. “Penelitian dan pengembangan produk B4TPowerHouse mulai dilakukan sejak tahun 2017,” jelas Budi.

Komentar
Share21Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Menkeu: Utang Whoosh Dicicil Selama 80 Tahun

ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah merestrukturisasi utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh...

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

  ASPEK.iD, JAKARTA - Pemerintah berencana memberikan rekening bank secara otomatis kepada warga Indonesia yang memasuki usia 17 tahun dan...

Helikopter Chinook Jepang Tangani Karhutla di Kalimantan

Helikopter Chinook Jepang Tangani Karhutla di Kalimantan

    ASPEK.ID, JAKARTA -  Pemerintah Jepang telah mengirimkan tiga helikopter ynag diangkut dengan Kapal JS Kunisaki (LST-4003) untuk membantu...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In